Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Duh Dek! Banyak Bocil di Jateng Pilih Curhat ke Aplikasi AI
ilustrasi anak curhat ke AI (pexels.com/cottonbro studio)

Semarang, IDN Times - Penggunaan aplikasi artificial intelegence (AI) yang masif nyatanya bukan jadi pertanda yang baik. Justru sebaliknya, banyaknya variasi AI cenderung digunakan anak-anak di Jawa Tengah sebagai tempat curhat.

Temuan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno tatkala ikut Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang, Selasa (14/4/2026).

Ia mengklaim adanya program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bisa mengajak agar masyarakat kembali ke keluarga.

Menurutnya saat ini banyak anak-anak ketika menghadapi masalah justru curhat ke AI.

“Ternyata banyak curhatnya ke temannya ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke Bapak ibunya. Ini kita prihatin," akunya.

Karenanya, rapat koordinasi bersama BKKBN dinilai strategis untuk menentukan langkah dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Sebagai informasi, Bangga Kencana merupakan program nasional yang meliputi, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Super Apps.

Program Genting, diimplementasikan melalui Penguatan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga). Program Tamasya diimplementasikan melalui Kabupaten/kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh No. 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak, dan advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare.

Sedangkan Program GATI didukung melalui Garpu Perak, SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku, Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For She.

Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Sedangkan program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis internet.

Di hadapan jajaran pegawai BKKBN, ia mengajak keluarga untuk berkumpul, meletakkan gadget dan ngobrol bersama. Hal itu sangat penting sebagai upaya membangun keluarga yang sehat.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rusman Effendi mengatakan, rakor ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga.

"Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," ujarnya.

Editorial Team