Ketika Siswa SMAN 2 Purwokerto Curhat ke Psikolog Gratis, Obat Lega

- Siswa SMAN 2 Purwokerto mendapat konsultasi psikolog gratis
- Konsultasi memberi lega dan arahan untuk masa depan
- Dukungan penuh Wagub Jateng untuk kesehatan mental remaja
Banyumas, IDN Times – Wajah-wajah sumringah terlihat di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu (14/2/2026). Ratusan pelajar SMA di Banyumas memanfaatkan momen langka dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk berkonsultasi secara privat dengan psikolog profesional dari RSJD dr. Amino Gondohutomo dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Bagi para remaja ini, kehadiran layanan kesehatan mental gratis dari Pemprov Jateng tersebut menjadi oase di tengah tingginya beban akademik dan kebingungan menentukan masa depan.
1. Obat Lega untuk Kegelisahan Akademik

Seli Mei Saputri (16), siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, menjadi salah satu pelajar yang rela antre demi bisa mencurahkan isi hatinya. Seli mengaku sering dihantui kegelisahan terkait beban belajar yang menumpuk.
“Tadi didampingi psikolog, rasanya lega sekali. Saya diminta untuk terus berpikiran positif dan menjalani hari dengan manifesting (afirmasi) yang baik,” ungkap Seli dengan senyum lebar. Bagi Seli, akses gratis ini sangat berharga karena biasanya konsultasi profesional membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
2. Memberi arahan kepada siswa untuk menetukan masa depan

Setali tiga uang dengan Seli, rekan sekolahnya, Feni Anindya (17), juga merasa mendapatkan "peta" baru untuk masa depannya. Selama ini, Feni mengaku terjebak dalam kebingungan memilih jurusan kuliah yang tepat.
“Jujur, saya sempat bingung menentukan jurusan kuliah. Tapi setelah ngobrol dengan psikolog tadi, alhamdulillah sekarang sudah ada gambaran dan arahan yang jelas. Ini pertama kalinya saya ikut, dan saya harap program seperti ini bisa ada lagi ke depannya,” tutur Feni.
3. Dukungan Penuh Wagub untuk Mental Remaja

Melihat antusiasme para siswa, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang hadir meninjau lokasi, merasa optimis. Ia menilai pendampingan profesional sangat krusial bagi anak muda agar mereka memiliki ketahanan mental yang kuat.
“Mindset-nya harus diubah, periksa ke psikolog itu bukan berarti ada gangguan jiwa, tetapi mencari solusi. Kita tidak ingin ada gangguan kejiwaan, yang sampai menimbulkan risiko bunuh diri atau kekerasan. Itulah mengapa pendampingan ini sangat krusial,” tegas Gus Yasin.
Gus Yasin juga menyampaikan apresiasinya kepada rumah sakit milik daerah yang telah melakukan jemput bola. “Saya berterima kasih kepada rumah sakit milik Pemprov Jateng, yang telah menghadirkan dokter spesialis lebih dekat ke masyarakat. Ini penting agar deteksi dini penyakit berbahaya bisa dilakukan,” tambahnya.


















