Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

El Nino Bikin 10 Embung di Tegal dan Brebes Kosong Melompong

Kota Semarang
El Nino Bikin 10 Embung di Tegal dan Brebes Kosong Melompong
Embung Wanayasa di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami penyusutan air signifikan akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. (IDN Times/Hakim Baihaqi)
  • Kemarau berkepanjangan membuat debit waduk dan embung di Jawa Tengah menyusut; sekitar 10 dari 92 embung di wilayah Tegal hingga Brebes dilaporkan sudah kering.
  • DPUPR Jateng mengkhawatirkan ketersediaan air untuk masa tanam ketiga 2026, terutama jika hujan baru turun pada 2027.
  • Meski debit 11 waduk menyusut, tampungan dinilai masih cukup hingga November; pemerintah mengoptimalkan pompa tenaga surya dan koordinasi penyediaan irigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kemarau yang berkepanjangan menimbulkan dampak pada sistem pengairan pertanian di sejumlah daerah Jawa Tengah. Bahkan, rata-rata debit air waduk dan embung yang menyusut drastis karena terhentinya pasokan air baku.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro mengatakan sampai pertengahan bulan ini ada sepuluh embung kosong melompong. 

Sebaran embung yang kosong melompong terletak di Pantura barat seperti Kabupaten Tegal hingga Brebes. 

"Sekarang ini banyak embung yang berkurang debitnya. Malahan ada kisaran sepuluh embung dari total keseluruhan 92 embung sudah kosong tidak ada airnya," kata Henggar kepada IDN Times, Kamis (27/8/2026).

Ia menuturkan keberadaan debit air embung maupun waduk yang menyusut cukup mengkhawatirkan karena bisa berdampak terhadap aktivitas penanaman pada sampai akhir tahun. 

"Dengan kondisi saat ini, kami memang agak khawatir apalagi kalau hujannya baru turun di tahun 2027 mendatang. Pastinya ketersediaan air pas musim tanam ketiga tahun ini justru berat untuk dipenuhi," akunya. 

Sementara, meski kondisi waduk yang ada di 11 titik debit airnya menyusut, katanya akan tetapi sebagian besar kapasitas airnya masih mencukupi. 

Sebagai contoh dari pendataan PUPR Jateng per 1-17 Agustus 2026, debit air Waduk Malahayu sebanyak 210 persen, Waduk Cacaban menyusut 30 persen, Waduk Rawapening masih 99 persen, Waduk Logung dan Waduk Jatibarang masih berkisar 90 persen. "Kebutuhan posisi tampungan air waduk masih sesuai perencanaan awal tahun," jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya sedang berusaha keras untuk berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan (Distannak) dan Dinas ESDM untuk mengoptimalkan peralatan penunjang untuk menyediakan air irigasi

Salah satunya ESDM Jateng kini mulai memasang pompa-pompa tenaga surya. Untuk Distannak juga sedang berupa untuk pemenuhan air irigasi. "Siklus masa tanam kan setahun ada tiga kali. Untuk tahun ini masih tersisa satu kali masa tanam lagi. Air waduk masih mencukupi sampai November," ungkapnya. 

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More