Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gedung Hogwan Bumiayu Roboh, 3 Warga Meninggal, Termasuk 2 Anak
Personel Unit SAR Brebes bersama tukang bangunan membongkar material yang roboh pada Gedung Hogwan Bumiayu. (IDN Times/Dok Humas Basarnas Cilacap)
  • Gedung Hogwan Bumiayu di Desa Dukuhturi, Brebes, roboh mendadak sekitar pukul 05.30 WIB dan reruntuhannya menutup jalan serta menimpa tiga rumah warga.
  • Tiga warga Desa Dukuhturi meninggal, yakni Kinarian Yusfina (8), Kinara Nafasya Jeslyn (4), dan Kajat (83); seluruh korban dievakuasi ke RSUD Bumiayu.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian, membuka akses reruntuhan, dan menemukan korban terakhir pukul 13.40 WIB. Operasi SAR diusulkan ditutup setelah evakuasi selesai pukul 15.30 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (30/8/2016)

Gedung Hogwan Bumiayu di Desa Dukuhturi Kabur, Brebes, roboh dan menimpa rumah warga.

kisaran jam 05.30 WIB

Gedung roboh mendadak selepas Subuh. Reruntuhan menutup akses jalan dan menimpa tiga rumah warga.

pukul 09.23 WIB

Unit Siaga SAR Brebes menerima informasi robohnya gedung dari BPBD Brebes.

pukul 09.30 WIB

Personel reaksi cepat Unit Siaga SAR Brebes diberangkatkan ke lokasi.

pukul 10.59 WIB

Tim SAR Brebes tiba di lokasi, melakukan asesmen, dan berkoordinasi untuk pencarian serta evakuasi.

pukul 13.40 WIB

Tim SAR Gabungan menemukan Kajat (83) meninggal dunia di sekitar lokasi. Korban dievakuasi ke RSUD Bumiayu.

pukul 15.30 WIB

Setelah pencarian dan evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gedung Hogwan Bumiayu roboh dan menimpa tiga rumah warga serta menutup akses jalan. Tiga warga Desa Dukuhturi meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.
  • Who?
    Korban meninggal adalah Kinarian Yusfina (8), Kinara Nafasya Jeslyn (4), dan Kajat (83). Tim SAR Gabungan, BPBD Brebes, Basarnas Brebes, PUPR Brebes, relawan, dan warga terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Gedung Hogwan Bumiayu, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Korban dievakuasi ke RSUD Bumiayu.
  • When?
    Bangunan roboh secara mendadak sekitar pukul 05.30 WIB pada Minggu, 30 Agustus 2016. Korban terakhir ditemukan pukul 13.40 WIB, dan operasi pencarian selesai pukul 15.30 WIB.
  • Why?
    Penyebab robohnya Gedung Hogwan Bumiayu per saat ini masih belum diketahui. Reruntuhan bangunan kuno tersebut menimpa rumah warga di sekitarnya.
  • How?
    Unit Siaga SAR Brebes diberangkatkan setelah menerima laporan pukul 09.23 WIB. Tim melakukan asesmen, penyisiran, membuka akses reruntuhan, dan evakuasi menggunakan rescue car, excavator, peralatan ekstrikasi, medis, serta komunikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Bumiayu, roboh pagi-pagi. Reruntuhannya menimpa rumah warga dan jalan. Dua anak, Kinarian umur 8 tahun dan Kinara umur 4 tahun, meninggal. Kajat umur 83 tahun juga meninggal. Tim SAR, BPBD, dan warga mencari korban lalu membawa mereka ke rumah sakit. Pencarian sekarang sudah selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah musibah yang berat, penanganan menunjukkan respons lintas unsur yang sigap dan terkoordinasi. Tim SAR bergerak tujuh menit setelah laporan diterima, bekerja bersama BPBD, relawan, dan masyarakat untuk membuka akses reruntuhan, mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit, serta memastikan tidak ada lagi warga yang masih dicari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Brebes, IDN Times - Gedung Hogwan Bumiayu yang letaknya di Desa Dukuhturi Kabur Brebes roboh pada Minggu (30/8/2016). Sejumlah personel Basarnas Brebes mendapat laporan terdapat tiga warga meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan kuno tersebut. 

Semula beberapa personel Unit Siaga SAR Brebes menerima informasi robohnya Gedung Hogwan Bumiayu dari Budi Sudjatmiko, anggota BPBD Brebes, pada pukul 09.23 WIB. 

Tak lama personel reaksi cepat dari Unit Siaga SAR Brebes diberangkatkan pada pukul 09.30 WIB dengan response time tujuh menit. Setelah menempuh perjalanan sekitar 67,8 kilometer, tim SAR Brebes tiba di lokasi pada pukul 10.59 WIB dan langsung melaksanakan assessment serta berkoordinasi dengan saksi, BPBD Brebes, dan seluruh unsur terkait.

“Setelah menerima informasi kejadian, satu tim rescue Unit Siaga SAR Brebes langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan assessment dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian serta proses evakuasi terhadap korban yang diduga masih tertimpa material bangunan,” ujar M Abdullah, Kepala Basarnas Cilacap, Senin (31/8/2026). 

Kejadian robohnya Gedung Hogwan Bumiayu secara mendadak kisaran jam 05.30 WIB atau selepas Subuh. 

Material reruntuhan bangunan menutup akses jalan dan menimpa tiga rumah warga milik Sariman (42), Narto (46), dan Imam (38).

Dalam kejadian tersebut, dua korban yang merupakan anak dari Sariman, yakni bocah laki-laki bernama Kinarian Yusfina (8) dan bocah perempuan Kinara Nafasya Jeslyn (4), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi menuju RSUD Bumiayu. 

Berdasarkan informasi di lokasi, diduga masih terdapat warga yang tertimpa material bangunan sehingga BPBD Brebes Pos Bumiayu meminta bantuan personel Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Brebes.

Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian dan proses evakuasi dengan melakukan penyisiran serta membuka akses pada material reruntuhan di sekitar lokasi kejadian.

Pada pukul 13.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Kajat (83/L) dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian pada koordinat 7°14'52.6"S 109°00'29.9"E. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.

Anggota SAR Brebes, Syaiful Anwar berkata dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia dalam kejadian runtuhnya Gedung Hogwa sebanyak tiga orang. Semua korban warga Desa Dukuhturi Bumiayu. 

Adapun alut dan peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan operasi meliputi 1 unit Rescue Car Compartment, 1 unit excavator PUPR Brebes, 1 set peralatan ekstrikasi, 1 set alat medis, serta 3 set alat komunikasi. Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi terpantau berawan.

Pada pukul 15.30 WIB, setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi selesai dilaksanakan, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing. Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak terdapat lagi laporan korban yang masih dalam pencarian, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.

“Dengan telah ditemukannya korban terakhir dan seluruh proses pencarian serta evakuasi selesai dilaksanakan, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu selama proses penanganan,” tutup Syaeful. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article