Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gus Ubaid: Pemerintah-Konglomerasi Jangan Intervensi Muktamar PBNU

Gus Ubaid: Pemerintah-Konglomerasi Jangan Intervensi Muktamar PBNU
Berbagai pengurus PBNU daerah seluruh Indonesia menghadiri Harlah ke-22 NU di Istora Senayan Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Youtube Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Gus Ubaid menegaskan Muktamar PBNU ke-35 harus bebas dari intervensi pemerintah maupun tekanan konglomerasi agar berjalan sesuai amanah dan tujuan dakwah NU.
  • Ia meminta doa agar para kiai dan ulama meluruskan niat dalam berdakwah, menjadikan muktamar sebagai momentum memperkuat peran spiritual dan sosial NU.
  • Terkait isu pencalonannya sebagai Rais Aam, Gus Ubaid menolak membahas lebih jauh dan menyebut banyak ulama lain yang lebih layak, sembari mengaku dekat dengan Gus Yusuf.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Menjelang penyelenggaraan Muktamar PBNU ke-35, para kiai sepuh di Jawa Tengah meminta doa kepada umat Muslim agar pelaksanaan berjalan lancar. 

Pengasuh Ponpes Al Itqon Bugen Semarang, Ubaidullah Shodaqoh mengatakan pelaksanaan Muktamar PBNU Agustus nanti sebaiknya menjadi sarana untuk meluruskan niat para ulama dan kiai dalam berdakwah kepada masyarakat. 

"Kami meminta secara khusus agar kiai kiai, alim ulama termasuk saya didoakan untuk bergerak di jalan yang lurus. Tidak dipenuhi hawa nafsu. Sehingga NU kembali kepada jalur dakwahnya," kata Gus Ubaid, sapaan akrabnya saat dihubungi IDN Times, Kamis sore (2/9/8/2026). 

Gus Ubaid menuturkan pelaksanaan Muktamar PBNU ke-35 jangan sampai diintervensi oleh pemerintah pusat. 

Dirinya juga mengingatkan supaya panitia acara muktamar berhati-hati supaya menjalankan amanah dengan lancar, termasuk tidak ada tekanan dari pihak-pihak konglomerasi. 

"Jangan sampai diintervensi pemerintah, dan jangan ada tekanan-tekanan dari unsur-unsur konglomerasi," ungkapnya. 

Lebih lanjut, mengenai santernya kabar yang menyebutkan dirinya jadi calon kuat Rais Aam untuk kepengurusan PBNU yang baru, Gus Ubaid menegaskan tidak mau memikirkan hal tersebut terlalu jauh. 

Sebab, menurutnya banyak alim ulama yang lebih mumpuni untuk dicalonkan sebagai Rais Aam PBNU. "Ndak, ndak. Saya ndak tahu itu. Masih banyak yang pintar-pintar. Ada Gus Akhyar juga," ujar sesepuh NU yang kini jadi Majelis Syuriah PWNU Jateng ini. 

Berkaitan dinamika jelang Muktamar PBNU yang semakin ramai diperbincangkan publik, ia menyerahkan hasil sepenuhnya kepada para kiai sepuh NU yang ada di seluruh Indonesia. 

Sejauh ini dirinya beberapa kali sempat didatangi pimpinan PBNU di Ponpes Al Itqon untuk membahas banyak hal diluar muktamar. 

"Dengan pengurus PBNU sering ketemu. Tidak ada bahasan yang serius," akunya. 

Soal pencalonan Pimpinan Ponpes Tegalrejo Magelang, Yusuf Qudlori alias Gus Yusuf dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Ketua Umum PBNU, dirinya mengisyaratkan lebih condong memiliki kedekatan dengan Gus Yusuf. 

Bersama Gus Yusuf, ia mengaku kerap berkomunikasi membahas dinamika di internal PBNU. Terutama kerap bertemu ketika Gus Yusuf berkeliling ke sejumlah daerah. 

Sementara dengan Cak Imin, ia tidak pernah lagi berkomunikasi. "Dengan Cak Imin sudah ndak pernah bertemu. Kalau Gus Yusuf seringnya komunikasi, membahas perkembangan yang ada sekarang. Saya juga tahu kalau dia ikut mencalonkan diri di muktamar," pungkasnya. 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More