Solo, IDN Times - Para pecinta ajaran Gusdur yang tergabung dalam jaringan Gusdurian mengutuk peristiwa kerusuhan yang muncul saat acara midodareni di rumah Assegaf Al Jufri, Pasar Kliwon Solo. Mereka menilai midodareni jadi tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Jawa untuk menyiapkan hari pernikahan.
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alisya Wahid mengatakan dari informasi media lokal, kerusuhan terjadi Sabtu malam (8/8/2020). Lokasinya berada di kediaman mendiang Assegaf Al-Jufri, Jalan Cempaka 81, Kampung Mertodranan RT 01/RW 1, Kecamatan Pasar Kliwon.
"Mereka juga merusak mobil dan memukul beberapa anggota keluarga. Sembari meneriakkan takbir, penyerang meneriakkan bahwa Syiah bukan Islam dan darahnya halal," katanya dalam keterangan yang didapat IDN Times, Senin (10/8/2020).
