Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Daging Ayam Melonjak, Inflasi Jateng Agustus 2026 di 3,08 Persen
Pedagang daging ayam potong di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Inflasi Jawa Tengah pada Agustus 2026 mencapai 0,37 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan, berbalik dari deflasi 0,13 persen pada Juli.

  • Kenaikan harga daging ayam ras menjadi pendorong utama, dipicu permintaan program makan bergizi gratis, perayaan hari besar, dan harga pakan; cabai rawit serta buncis turut naik.

  • Surakarta mencatat inflasi tahunan tertinggi 3,40 persen, sementara Rembang terendah 2,61 persen; emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar sebesar 0,51 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2025

IHK Jawa Tengah tercatat 108,56.

Juli

Jawa Tengah mengalami deflasi bulanan sebesar minus 0,13 persen.

Agustus 2026

Jawa Tengah mengalami inflasi bulanan 0,37 persen dan inflasi tahunan 3,08 persen. Kenaikan harga daging ayam ras menjadi pendorong utama, sementara Surakarta mencatat inflasi tertinggi 3,40 persen.

Rabu (2/9/2026)

Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said menjelaskan kenaikan harga laptop dan notebook turut menyumbang inflasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jawa Tengah mencatat inflasi bulanan 0,37 persen pada Agustus 2026 dan inflasi tahunan 3,08 persen, terutama didorong kenaikan harga daging ayam ras.
  • Who?
    BPS Jawa Tengah dan Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said melaporkan perkembangan inflasi; konsumen serta pelaku pasar daging ayam ras terdampak pergerakan harga.
  • Where?
    Di Provinsi Jawa Tengah. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kota Surakarta, 3,40 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Rembang, 2,61 persen.
  • When?
    Pada Agustus 2026; data tersebut disampaikan Ali Said dalam siaran pers pada Rabu, 2 September 2026.
  • Why?
    Permintaan daging ayam ras meningkat untuk program makan bergizi gratis, HUT Kemerdekaan RI, dan Maulid Nabi, sementara harga pakan naik. Pasokan cabai rawit dan buncis berkurang saat musim kemarau.
  • How?
    Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi 0,28 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen akibat harga laptop dan notebook. Transportasi menahan inflasi melalui penurunan tarif udara dan harga BBM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga daging ayam naik di Jawa Tengah pada Agustus 2026. Ini membuat harga barang-barang naik 0,37 persen. Ayam lebih banyak dicari untuk makan bergizi gratis dan acara hari besar. Harga laptop juga naik. Tapi tiket pesawat dan bensin lebih murah. Kota Surakarta punya kenaikan harga paling tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kenaikan sejumlah harga, data Agustus menunjukkan adanya penyeimbang bagi pengeluaran masyarakat Jawa Tengah. Penurunan tarif angkutan udara dan harga BBM memberi andil deflasi pada transportasi, sementara bawang merah, telur ayam ras, kelapa, dan tomat turut menahan tekanan harga pangan. Variasi inflasi antardaerah juga mencerminkan kondisi yang tidak seragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,37 persen di bulan Agustus 2026 secara bulanan. Kondisi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan Juli yang mengalami deflasi sebesar minus 0,13 persen. 

1. Daging ayam ras penyumbang utama inflasi

ilustrasi daging ayam di supermarket (pexels.com/Julia Filirovska)

Sedangkan, inflasi secara tahunan pada Agustus 2026 mencapai 3,08 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,56 pada Agustus 2025 menjadi 111,90 pada Agustus 2026. Kemudian, inflasi tahun kalender mencapai 1,75 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, inflasi bulan Agustus 2026 didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,28 persen. Terutama diakibatkan oleh kenaikan harga daging ayam ras.

‘’Kenaikan harga tidak hanya datang dari kelompok makanan. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan juga memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan harga laptop dan notebook,’’ ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (2/9/2026).

Kendati demikian, kelompok transportasi memberikan andil deflasi sebesar minus 0,04 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan tarif tiket angkutan udara dan harga BBM.

2. Meningkatnya permintaan untuk MBG

Ilustrasi dapur sehat MBG di satuan penyedia pemenuhan gizi

Ali menjelaskan, komoditas yang paling kuat mendorong inflasi Agustus 2026 secara bulanan adalah daging ayam ras. Hal itu seiring meningkatnya permintaan komoditas tersebut untuk program makan bergizi gratis (MBG), perayaan HUT Kemerdekaan RI, Maulid Nabi dan kenaikan harga pakan.

‘’Cabai rawit dan buncis juga menyumbang inflasi akibat berkurangnya pasokan produksi pada musim kemarau. Menyusul kacang panjang dan beras,’’ ujarnya.

Menariknya, lanjut Ali, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Bawang merah, telur ayam ras, kelapa, dan tomat justru menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi secara tahunan.

Adapun, data BPS menunjukkan komoditas dengan sumbangan inflasi tahunan terbesar pada Agustus 2026 adalah emas perhiasan. Komoditas ini memberikan andil 0,51 persen terhadap inflasi Jawa Tengah.

3. Inflasi tertinggi di Kota Surakarta

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Posisi berikutnya ditempati bensin dengan andil 0,32 persen, kemudian daging ayam ras 0,24 persen, beras 0,20 persen, dan minyak goreng 0,15 persen.

‘’Artinya, tekanan inflasi Jawa Tengah pada Agustus tidak semata-mata mencerminkan mahalnya kebutuhan dapur. Pergerakan harga emas dan energi ikut menjadi faktor besar yang mengerek angka inflasi,’’ jelasnya.

Sementara, tingkat inflasi antardaerah di Jawa Tengah masih bervariasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Surakarta sebesar 3,40 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Rembang sebesar 2,61 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article