Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi mencatat inflasi bulan Mei 2026 di Provinsi Jawa Tengah mencapai 0,23 persen secara bulanan. Sejumlah komoditas memicu inflasi antara lain kenaikan harga handphone (HP) dan laptop.
Harga HP dan Laptop Naik, Inflasi Mei 2026 di Jateng Capai 0,23 Persen

1. Inflasi bulan Mei lebih tinggi daripada April
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, inflasi bulan Mei 2026 ini lebih tinggi dibandingkan bulan April 2026 yang mengalami deflasi minus 0,03 persen. Sedangkan, inflasi bulan Mei 2026 secara tahunan sebesar 2,85 persen. Adapun, indeks harga konsumen (IHK) pada periode tersebut sebesar 111,29.
“Inflasi bulan Mei 2026 ini disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,07 persen. Ini akibat meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai karena dipengaruhi faktor cuaca,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Selasa (2/6/2026).
Selanjutnya, penyumbang terbesar kedua inflasi berasal dari kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil 0,06 persen. Kemudian, disusul kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,05 persen.
2. Kenaikan harga barang berbasis impor
‘’Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga barang berbasis impor seperti telepon seluler dan laptop, serta meningkatnya harga komponen energi khususnya bahan bakar rumah tangga,’’ ujar Ali.
Adapun, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Mei 2026 secara tahunan antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, minyak goreng, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telepon seluler, cabai merah, bawang merah, laptop/notebook, nasi dengan lauk, mobil, Sigaret Kretek Tangan (SKT), serta pendidikan.
3. Inflasi tertinggi di Cilacap
Sementara, inflasi tertinggi terjadi di Cilacap sebesar 3,22 persen dengan IHK sebesar 111,05 dan terendah terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 2,59 persen dengan IHK sebesar 114,57.
Ali menambahkan, perkembangan inflasi di Jawa Tengah masih perlu terus dicermati untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
‘’Pemantauan harga pangan dan distribusi barang menjadi faktor penting dalam pengendalian inflasi daerah,’’ tandasnya.