Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Husen Gak Menyesal Bunuh Bos Air Isi Ulang, Ngaku Puas

Husen Gak Menyesal Bunuh Bos Air Isi Ulang, Ngaku Puas
Muhamad Husen pelaku tunggal mutilasi juragan depot galon di Tembalang Semarang diciduk Polrestabes Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Muhammad Husen mengaku puas telah membunuh Irwan Hutagalung (53) bos depot air minum isi ulang di Kawasan Tembalang, Semarang. Alasannya karena Ia bisa melampiaskan sakit hati yang selama ini ia rasakan.

"Gak (tidak menyesal), puas," katanya. Husen sendiri dihadirkan pada dalam rilis pers di Mapolrestabes Semarang Selasa (10/5/2023). Di hadapan wartawan Husen terlihat tanpa beban menjawab semua pertanyaan, sesekali ia terlihat tersenyum dan menjawab secara lancar pertanyaan-pertanyaan dari penyidik maupun awak media.

Disebutkannya Husen mengaku sakit hati kepada korban yang merupakan bosnya sendiri sebab ia kerap dimarahi dan dipukuli oleh korban setiap kali berbuat kesalahan.

"Sakit hati karena sering dipukuli, setiap ada kesalahan selalu main tangan," katanya. Ia mengaku dipukul di bagian mata, pelipis kepala, dan badan oleh bosnya itu saat ia membuat kesalahan. " katanya.

Selain karena sakit hati Husen mengaku juga kerap diancam oleh  

Husen membunuh korban yang sedang tidur menggunakan linggis, tersangka Muhammad Husen mengaku menusuk pipi kanan dan kiri korban dengan menggunakan linggis saat korban tengah tertidur lelap.

Setelah menusuk korban, tersangka kemudian menyempatkan diri nongkrong di angkringan yang lokasinya tak jauh dari rumah korban. Pukul 04.00 WIB dini hari Husen kembali ke dalam rumah kemudian memutilasi korban.

Dari pengakuannya, bagian tubuh yang pertama kali dipotong dengan menggunakan pisau dapur tersebut yakni kepala.

Pelaku kemudian memotong lengan kanan dan kiri di ruang tengah tempat korban biasa tidur.

"Memotong kepala karena korban sering memarahi, kedua tangan karena korban sering memukul," katanya.

Pelaku kemudian memindahkan bagian tubuh korban itu ke lorong di samping tempat usaha pengisian ulang air itu pada Sabtu (6/5/2023) sore untuk dicor dengan menggunakan pasir dan semen.

Kenapa tubuh korban mesti dipotong-potong Husen mengatakan karena ia kecewa dan sakit hati dengan perlakuan bosnya tersebut. "Kecewa orang yang terlihat baik ternyata aslinya seperti itu," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Iduladha, Presiden Prabowo Pilih Sapi Asal Banyumas Seberat 1200 Kg

26 Mei 2026, 12:44 WIBNews