Semarang, IDN Times - Aktivitas menanam sawi belakangan getol dilakukan para petugas Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang. Kegiatan menanam sawi juga melibatkan para narapidana yang punya kemampuan di bidang pertanian. Salah satu narapidana yang terlibat yaitu Wahyu.
Ikuti Arahan Menteri Imigrasi, Para Napi Lapas Kedungpane Tanam Sawi

1. Sawi bisa dipanen 25-30 hari pasca pembibitan
Wahyu berkata dirinya senang bisa berpartisipasi mendukung program kerja Menteri Imigrasi.
Ia menambahkan sawi memang cocok untuk ketahanan pangan. Lantaran bisa langsung ditanam 25 hari pasca penyemaian bibit di lahan kosong.
"Sawi bisa dipanen setelah 25-30 hari setelah bibit ditanam atau 40 sampai 50 hari setelah biji ditanam. Namun, waktu panen sawi bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti perawatan, media tanam, lokasi penanaman, varietas sawi," akunya.
2. Narapidana beberkan cara panen sawi
Apabila kondisi tanah bagus, benih sawi akan berkecambah dalam 2 sampai 5 hari setelah disemai. Setelah berkecambah, sawi akan mulai mengembangkan daun-daun kecil. Pada minggu ketiga hingga keempat, sawi akan memasuki fase pertumbuhan cepat, di mana daun semakin besar dan jumlahnya bertambah.
"Untuk panen berkali-kali bisa memetik daun sawi bagian luar secukupnya. Dengan cara ini, tanaman akan terus tumbuh dan menghasilkan tunas baru yang siap dipanen di kemudian hari," ungkapnya.
3. Lapas Kedungpane: Untuk akselerasi ketahanan pangan
Berdasarkan pengakuan Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kedungpane Semarang, Muhammad Bahrun, kegiatan menanam sawi menjadi prioritas untuk mendukung program 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto yang berkomitmen untuk merealisasikan ketahanan pangan.
"Untuk akselerasi program bapak menteri mengenai ketahanan pangan, kami mengambil langkah cepat untuk mengolah sisa lahan," kata Bahrun kepada IDN Times, Jumat (1/11/2024).
Ia menyebutkan terdapat lahan di luar tembok lapas seluas 140 meter persegi yang saat ini ditanami bibit sawi. Menurutnya tanaman sawi dipilih oleh Lapas Kedungpane lantaran bisa bertahan dalam suhu panas maupun saat musim hujan.
"Kami pilih sawi karena sawi merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat bertahan di iklim yang panas," akunya.
Ia pun bilang bahwa proses penanaman sawi dikerjakan petugas bersama beberapa narapidana yang punya keahlian bercocok tanam.
Narapidana yang dipilih adalah mereka yang selama ini giat mengikuti pelatihan di sektor pertanian. Terutama budidaya tanaman organik.
"Ini juga sebagai bentuk upaya serta aplikasi dari ilmu yang sudah mereka dapat dari kegiatan pelatihan pertanian yang lalu," bebernya.
4. Penanaman sawi untuk dukung 100 hari Menteri Imigrasi
Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Usman Madjid membenarkan bila menanam sawi jadi kegiatan yang selaras dengan 100 hari kerja Menteri Imigrasi.
"Ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan perintah bidang pemasyarakatan terkait rencana aksi 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam hal ini kita memanfaatkan lahan yang ada di unit pertanian," tandasnya.