Semarang, IDN Times - Perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan tahun 2026 ini jatuh di waktu yang berdekatan. Situasi ini menghadirkan sesuatu yang menarik karena masyarakat Tionghoa dan Muslim sama-sama bersuka cita dalam satu ruang kota yang sama.
Imlek dan Ramadan Berdekatan, Momentum Perkuat Toleransi di Semarang

Intinya sih...
Perayaan Imlek dan Ramadan tahun 2026 berdekatan
Masyarakat Tionghoa dan Muslim bersuka cita dalam satu ruang kota
Situasi ini menjadi momentum untuk memperkuat toleransi di Semarang
1. Ruang penting perkuat toleransi
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan.
“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” katanya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Agustina, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling hadir berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.
2. Simbol Imlek akan bertemu simbol Ramadan
“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadan,” ungkapnya.
Kota Semarang memang memiliki tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14 sampai 17 Februari 2026.
Sementara itu, menjelang Ramadan, Kota Semarang juga memiliki tradisi khas Dugderan, berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota dan pembacaan suhuf halaqoh, sebagai simbol pengumuman datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini akan digelar pada Senin (16/2/2026).
3. Momen kebahagiaan bersama
Agustina menyebut, rangkaian tradisi yang hadir berurutan ini akan menjadi momen kebahagiaan bersama bagi siapa pun yang berada di Kota Semarang.
“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada sebelum-sebelumnya,” tuturnya.
Melalui momen berdekatan antara Imlek dan Ramadan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antar warga semakin kuat, menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.