Jadi Primadona, Okupansi KRL Solo-Jogja Tak Terhalang Omicron

1. Masih mendominasi

Jumlah penumpang KRL sendiri lebih mendominasi bila dibandingkan dengan kereta lain pada rute yang sama yakni Solo-Yogyakarta. Tercatat sebanyak 72.241 penumpang KRL pada Januari 2022. Dari total keseluruhan 101.129 penumpang. Sisanya, 28.096 penumpang kereta api (KA) Jarak Jauh dan 792 penumpang KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS).
"Sedangkan penumpang turun di Stasiun Solo Balapan pada Januari 2022, ada 99.274 penumpang. Terdiri dari 30.680 penumpang KA Jarak Jauh, 1.095 KA Lokal BIAS, dan 67.499 penumpang KRL," ungkap Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta, Supriyanto, Rabu (2/2/22).
2. Omicron tak pengaruhi jumlah penumpang

Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan adanya kenaikan kasus Covid-19 untuk jenis Omicron ini tak mempengaruhi jumlah penumpang KRL pada umumnya. Bahkan pada saat long weekend Imlek akhir pekan lalu jumlah penumpang masih stabil. Supriyanto menyebut kondisinya masih sama seperti jumlah penumpang saat weekend.
"Total penumpang saat weekend sekitar 8-9 ribu. Masih lebih tinggi saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) kemarin sampai 12 ribu. Nah, mulai ada kasus Omicron ini juga belum ada pengaruhnya terhadap penumpang. Tidak ada penurunan juga. Jumat, Sabtu, Minggu masih tinggi. Kalau weekdays juga masih kisaran 70-80 persen," jelasnya.
3. Wajib prokes

Supriyanto menambahkan adapun syarat naik KRL tidak diberlakukan wajib swab antigen. Penumpang hanya melakukan scan barcode peduli lindungi yang terpasang di pintu masuk e-tiketing KRL.
Tak hanya itu, penumpang wajib menggunakan masker dan menjaga jarak selama berada di dalam kereta. Kapasitas kereta juga dibatasi yakni sebanyak 75 persen.



















