Jembatan Ambrol Dampak Banjir Semarang, Bantaran Sungai Akan Ditata

- Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian terhadap jembatan penghubung wilayah Mangunharjo dengan Tambaksari di Kecamatan Tugu yang ambrol diterjang banjir.
- Jembatan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk memulai aktivitas.
- Bantaran sungai akan ditata sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
1. Perangkat daerah diterjunkan ke lokasi

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan memastikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Sejak kejadian itu, jajaran perangkat daerah terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sebagai langkah awal terhadap tingkat kerusakan infrastruktur.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami langsung meminta rekan-rekan OPD terkait untuk langsung menuju lokasi guna pengecekan keseluruhan. Ini memang jembatan lama, dibangun tahun 1996 dan kondisinya sudah tidak mampu menahan beban banjir yang semakin ekstrem. Maka itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya jembatannya saja, tetapi juga sungai dan bantaran di sekitarnya," ungkapnya, Jumat (30/1/2026).
2. Prioritaskan penataan bantaran sungai

Selain perbaikan jembatan, Pemkot Semarang akan memprioritaskan penataan bantaran sungai, normalisasi alur air, serta evaluasi kapasitas saluran dan selokan besar yang masih memungkinkan untuk dijangkau. Langkah ini dinilai lebih efektif sebagai solusi jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir.
Agustina juga telah menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah, bersama Bappeda, Dinas PU, BPBD, dan OPD terkait, untuk melakukan pengecekan langsung serta mengoptimalkan dana operasional dan pemeliharaan guna menyelesaikan persoalan banjir, khususnya di wilayah timur dan barat Kota Semarang.
“Kami fokuskan pada perbaikan yang berdampak langsung. Tidak harus selalu dengan anggaran besar, tapi tepat sasaran. Saluran yang sudah ada kami optimalkan, dan jika di atasnya terdapat bangunan, akan kita komunikasikan secara baik dengan warga,” jelasnya.
3. Pemkot buka ruang dialog dengan masyarakat

Sementara, Pemkot juga membuka ruang dialog dengan masyarakat, terutama terkait penataan lahan di sekitar bantaran sungai yang sebagian merupakan milik warga. Pendekatan persuasif akan dikedepankan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan lingkungan kota.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penataan ini. Pemerintah hadir, bekerja, dan berkomitmen agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tutup Agustina.

















