Jalan Berlubang Dampak Banjir Genangan di Semarang Mulai Ditambal

- Jalan berlubang di Semarang mulai diperbaiki akibat banjir dan genangan.
- Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang bertanggung jawab melakukan penambalan jalan.
- Langkah ini diambil untuk mengatasi dampak buruk banjir dan genangan di sejumlah lokasi di Kota Semarang.
1. Jawab aduan masyarakat

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, penambalan jalan berlubang ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab aduan masyarakat akan banyaknya jalan berlubang.
“Ini kan banyak aduan yang masuk soal jalan berlubang dan ini jadi kewajiban kami, jadi langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).
Ada beberapa titik jalan berlubang yang membutuhkan penambalan segera seperti di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Prof Hamka Ngaliyan.
“Kami prioritaskan yang urgent dulu ya, di Jalan Soekarno Hatta dan Prof Hamka itu yang banyak aduan juga,” ujarnya.
2. Penambalan jalan sesuai prioritas kebutuhan

DPU Kota Semarang melakukan proyek penambalan jalan ini sesuai prioritas kebutuhan. Sebab, bahan penambal yakni aspal AC-WC (_Asphalt Concrete-Wearing Course_) yang merupakan lapisan aspal paling atas tidak bisa disimpan sebagai stok. Adapun, penambalan jalan berlubang tersebut dimulai per Senin (26/1/2026).
‘’Harapannya, stok aspal yang dimiliki DPU masih bisa digunakan untuk penambalan di lokasi lain. Kendati demikian, memang ada kendala proses penambalan, yaitu cuaca. Apalagi, jika curah hujan cukup tinggi menerjang, namun jika penambalan tidak dilakukan sesegera mungkin, maka akan mengancam keselamatan pengguna jalan,’’ jelas Suwarto.
Lebih lanjut, untuk perbaikan jalan rusak di Kota Semarang, DPU telah mengalokasikan anggaran senilai Rp50 miliar. Nantinya pengerjaan jalan rusak akan dilakukan lelang kepada pihak ketiga. Adapun, pengerjaan dilakukan setelah musim hujan berakhir.
3. Perbaikan jalan di kawasan penghubung antar wilayah

“Harapannya segera dilakukan lelang di bulan Februari semoga bisa terkejar atau awal Maret agar pelaksanaannya setelah musim hujan selesai. Maret atau April sudah bisa dilakukan proses pengerjaan sebelum (APBD) perubahan semua tuntas,” katanya.
Selain itu, Pemkot Semarang pada tahun ini juga melakukan perbaikan jalan yang menjadi konektivitas atau penghubung antar wilayah seperti jalan ke arah Demak, Ungaran maupun Kendal.
“Yang jadi konektivitas wilayah juga kita masukkan daftar perbaikan. Ada beberapa ruas jalan yang harus kita beton maupun overlay (penambahan lapisan),” terangnya.
Menurut Suwarto, dengan nilai anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pengerjaan se-Kota Semarang dinilai masih jauh dari sempurna. Namun, pihaknya tetap akan memprioritaskan jalan-jalan yang benar-benar membutuhkan perbaikan terlebih dahulu.


















