Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Persen di Jalan Jembatan Kali Kidang, Gunungpati. Pembangunan jembatan yang dikenal sebagai penghubung Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan Universitas Diponegoro (Undip) menelan biaya Rp4,61 miliar.
Jembatan Persen Gunungpati Penghubung Unnes-Undip Kini Dicor Beton

Intinya sih...
Jembatan Persen Gunungpati selesai dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang
Pembangunan jembatan menghubungkan Unnes dan Undip dengan biaya Rp4,61 miliar
Lokasi pembangunan jembatan berada di Jalan Jembatan Kali Kidang, Gunungpati
1. Semula jembatan dari konstruksi kayu
Semula Jembatan Persen ini hanya berkonstruksi kayu, lalu demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas, pemerintah membangun menjadi jembatan baja yang dicor beton.
"Jembatan Persen saat ini sudah bisa dilewati oleh mobil pribadi dan kendaraan roda dua, namun kami memberlakukan larangan bagi kendaraan berat seperti truk untuk melintas. Langkah ini diambil guna menjaga usia teknis jembatan baja yang baru saja selesai dipugar atas masukan dari masyarakat ini," ungkap Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, Kamis (22/1/2026).
2. Proyek mencakup pengaspalan jalan sampai drainase
Sebagai jalur tembus strategis antara kampus Unnes dan Undip, proyek ini juga mencakup pengaspalan jalan pendekat serta pemasangan bronjong, dinding penahan tanah sepanjang 58 meter, dan sistem drainase yang memadai untuk ketahanan jangka panjang. Renovasi ini merupakan tindak lanjut Pemkot Semarang terhadap aspirasi warga melalui kanal aduan resmi AWP Lapor Semar dan media sosial.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan proaktif melaporkan (kondisi infrastruktur) melalui kanal AWP Lapor Semar maupun media sosial DPU," kata Suwarto.
3. Pastikan jalan penghubung antar wilayah dalam kondisi layak
Untuk menjaga kualitas infrastruktur secara luas, DPU Kota Semarang juga menerjunkan tim rencana teknis yang rutin melakukan survei di berbagai wilayah. Fokus utama pemantauan adalah memastikan jalan-jalan penghubung antar wilayah tetap dalam kondisi layak sehingga tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
"Tim rencana teknis kami rutin melakukan survei lapangan untuk memantau kondisi jalan di Kota Semarang secara menyeluruh. Jalan yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi yaitu berdasarkan tingkat kerusakan, intensitas penggunaan, dan banyaknya aduan masyarakat," pungkasnya.