Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jepara dan Kudus Banjir, Pemprov Jateng Harus Perbaiki Kawasan Hutan Muria

IMG-20260116-WA0056.jpg
Andang Wahyu Triyanto, anggota DPRD Jateng (baju batik putih) saat berdialog dengan koleganya. (IDN Times/bt)

Kudus, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta secepatnya melakukan mitigasi untuk memetakan kawasan hutan lindung Gunung Muria. Sebab, hutan Gunung Muria yang telah beralih fungsi justru menimbulkan dampak banjir yang saat ini melanda Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus. 

"Pembukaan lahan pertanian di kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dinilai berpotensi memperbesar risiko bencana," kata Anggota DPRD Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto, Minggu (18/1/2026). 

Ia menyebut, semestinya kawasan hutan yang seharusnya dipertahankan, kini justru mengalami perluasan aktivitas, baik untuk kepentingan pariwisata maupun pertanian.

Kondisi tersebut perlu segera dipetakan secara menyeluruh melalui koordinasi lintas pihak guna menentukan kawasan mana yang wajib dilindungi. Ia juga menegaskan bahwa wilayah resapan air, khususnya di kawasan Tempur yang berada di lereng curam juga perlu mendapat perhatian serius.

Di samping itu, Andang menduga praktik pembalakan liar di lereng Gunung Muria masih terjadi. Aktivitas tersebut disebutnya turut memperparah dampak bencana di daerah pemilihannya akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Pengawasan dari pemerintah harus diperketat," tuturnya. 

DPRD Jateng sudah beberapa kali berkoordinasi dengan DLHK agar program reboisasi dilakukan lebih masif. Di sejumlah titik, pihaknya menemukan indikasi penebangan pohon di kawasan lereng yang seharusnya dipertahankan sebagai wilayah resapan air dengan tingkat kemiringan cukup curam.

Tak hanya itu, Andang juga menyoroti masuknya investasi dan pembangunan bangunan permanen di wilayah Jepara, Kudus, dan Demak yang dinilainya berpotensi mempercepat penurunan tanah. 

"Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan memperparah abrasi di wilayah pesisir karena air laut semakin masuk ke daratan," sambungnya. 

Ia menambahkan, wacana pembangunan sabuk pengaman di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa telah menjadi diskusi dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurutnya, kawasan pesisir mulai dari Pekalongan, Kalongan, hingga wilayah Pantura lainnya sampai perbatasan Jawa Timur menghadapi persoalan serupa, sehingga diperlukan langkah perlindungan terpadu untuk meminimalkan risiko bencana.

Ke depan, Andang menegaskan DPRD Jateng akan melakukan pengawasan terhadap kesiapsiagaan bencana di wilayah terdampak. Menurutnya, intensitas hujan masih tinggi, terutama di kawasan Lereng Muria.

“Di internal DPRD, kami juga sudah berdiskusi dengan teman-teman di Dapil III, khususnya Jepara, Kudus, dan Demak. Dalam waktu dekat, kami akan memetakan kondisi lapangan, membuat catatan, dan memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait langkah-langkah yang harus dilakukan. 

Sementara itu, rekan-rekan juga sudah berkoordinasi untuk penyaluran bantuan bencana. Saya sendiri besok pagi kembali bergerak ke wilayah Tempur,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

SK Keraton Surakarta Diserahkan, Fadli Zon Tetap Tunjuk Tedjowulan

18 Jan 2026, 19:29 WIBNews