Kader PDIP Usul Agustina Wilujeng Dicalonkan Wali Kota Semarang

Semarang, IDN Times -Â Kejadian penggeledahan sejumlah OPD atau dinas di Pemkot Semarang turut mempengaruhi pergerakan akar rumput atau grassroot PDIP dalam menentukan figur kandidat wali kota. Kali ini muncul nama Bendahara PDIP Jateng, Agustina Wilujeng untuk diusulkan sebagai salah satu kandidat wali kota.Â
1. Agustina Wilujeng tidak permasalahan usulan dari kader

Bendahara PDIP Jateng Agustina Wilujeng. (IDN Times/Fariz Fardianto) Bendahara PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan sah-sah saja apabila ada suara dari lapisan masyarakat bawah yang punya gagasan untuk mencalonkan dirinya. Ini terjadi karena Kota Semarang seolah mengalami kekosongan pasca peristiwa beberapa minggu terakhir.Â
"Karena terjadi kekosongan figur karena terjadi peristiwa di Kota Semarang, maka setiap orang berhak mengusulkan ide atau gagasan atau usulan," kata Agustina saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/7/2024).
2. Punya rekam jejak sebagai pengurus PDIP Jateng

Bendahara PDIP Jateng Agustina Wilujeng. (IDN Times/Fariz Fardianto) Pihaknya pun menyebutkan dengan kapasitasnya sebagai struktural PDIP Jawa Tengah yang mengurusi kontestasi Pilkada 35 kabupaten/kota dan Pemilihan Gubernur (Pilgub), maka setidaknya rekam jejaknya dapat diketahui jelas oleh para awak media. Termasuk sistem mekanisme pencalonan yang dilakukan partainya.Â
"Teman-teman juga paham siapa saya di Semarang. Kan paham saya ini siapa. Tentu juga paham PDIP kayak apa. Tetapi harus saya dlkatakan kayak begini, sebagai pengurus PDIP yang bergelut pada Pilkada 35 kabupaten/kota dan satu pemilihan gubernur, untuk sekedar mencalon saja semua orang bisa, menghitung persyaratan KPU dan perolehan kursi akan berakhir 24 Agustus 2024," terangnya.Â
3. Mendapatkan sosok wali kota butuh pemikiran diluar nalar

Tugu Muda Semarang (warakngendog.com) Kendati begitu, untuk menentukan siapa yang layak dicalonkan sebagai Walikota Semarang, katanya memang butuh strategi khusus. Musababnya, untuk mendapatkan sosok walikota diperlukan pemikiran diluar nalar orang-orang pada umumnya.Â
Artinya Agustina menegaskan jika orang yang dipilih sebagai Wali kota Semarang perlu menujukan kapasitasnya yang sanggup memahami kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.Â
"Bahwa untuk mencari seorang walikota apa teman-teman mau mendapat sosok yang menang lalu duduk tidak ada urusannya. Gak bisa begitu. Maka dibutuhkan sesuatu yang diluar banyak pikiran orang secara umum. Saya yakin setelah menang itu setidaknya mengerti kebutuhan dan harapan masyarakat. Maka kita butuh orang yang tepat. Tidak hanya berlaku bagi Semarang. Melainkan semua daerah," paparnya.Â
Seperti ia mencontohkan selama kegiatan fit and proper tes di internal PDIP Jateng, masing-masing bakal calon kepala daerah tidak bisa serta-merta dideklarasikan. Karena pihaknya harus menjaga perasaan setiap calon yang ikut berkontestasi.Â
"Kemarin media bertanya kenapa yang interview internal tidak dideclair, karena kita ini orang Jawa. Calon yang hari ini terkenal kalau besok tidak dikasih rekomendasikan maka malu dia. Maka ada yang sifatnya jogo roso," ujar Agustina.Â
4. Supriyadi dukung pencalonan Agustina Wilujeng

Kader dan pengurus PDIP eks Karesidenan Pati saat konsolidasi pemantapan pemenangan Pilgub Jawa Tengah. (IDN Times/Fariz Fardianto) Sedangkan, menanggapi usulan grassroot tersebut, Supriyadi mengaku hal itu cukup bagus. Pihaknya juga tegak lurus terhadap instruksi DPP dan tentu akan menjadi terbaik bagi pelaksanaan pendaftaran kandidat wali kota Semarang.Â
"Jadi tidak asal maju tapi tidak paham Kota Semarang. Kalau Mbak Agustina ini kader senior yang sudah lama berkiprah di Semarang. Banyak pengalaman jadi anggota DPRD di Semarang, DPRD Provinsi dan DPR RI. Dan sangat populer di kalangan internal. Pasti sangat paham dengan keinginan warga Semarang," ungkapnya.Â





















