Kadin Indonesia di PasarGedhe Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Setelah berjalan selama 3 tahun, program Solo Great Sale berkembang ke ranah digital dengan bertransformasi menjadi aplikasi SGS GO, yang sempat menjadi solusi para penjual UMKM saat pandemi Covid-19. Aplikasi ini memudahkan transaksi masyarakat dan proses penukaran kupon promosi dari rumah tanpa harus bertatap muka.
Transaksi para tenant yang tergabung di SGS GO juga meningkat sebesar 171,7% dari 2020 (Rp809 Miliar) hingga 2022 (Rp2,2 Triliun). Selain itu, jumlah tenant yang bergabung dalam SGS GO pun terus meningkat hingga mencapai 23 ribu.
“Sebagian besar teman-teman yang beralih ke digitalisasi berhasil bertahan, namun sampai saat ini, baru 20,9 juta UMKM yang telah bergabung dalam ekosistem digital. SGS GO menjadi sebuah tool yang dapat meningkatkan tingkat literasi digital bagi para pelaku UMKM sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang digitalisasi,” kata Arsjad usai penilaian di Pasar Gede Solo, Jumat (12/5/2023).
“Digitalisasi dapat membawa perubahan signifikan pada dunia bisnis, termasuk dalam hal peningkatan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja. Harapan kami, melalui pemerataan digitalisasi, kedepannya dapat meningkatkan perekonomian serta pendapatan devisa negara,” jelas Arsjad.
Arsjad menekankan agar seluruh Kadin provinsi, kabupaten, dan kota dapat meningkatkan literasi digital sehingga seluruh daerah Indonesia dapat bersaing di era global. Terlebih lagi, Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah ASEAN-BAC (Business Advisory Council) dalam KTT ASEAN 2023. Digitalisasi menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan mengingat kawasan ASEAN saat ini sudah menerapkan ASEAN QR-Code. Transformasi digital menjadi aspek penting dalam sinergi ekonomi daerah serta nasional.