Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kampanye Hemat Energi Gubernur Jateng Pakai Sepeda Mewah: Tidak Peka

Kampanye Hemat Energi Gubernur Jateng Pakai Sepeda Mewah: Tidak Peka
Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersepeda ke kantor dalam kampanye hemat energi, namun aksinya disorot karena menggunakan sepeda listrik mewah bernilai hingga ratusan juta rupiah.
  • Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencontohkan efisiensi energi bagi ASN sesuai surat edaran pemerintah, termasuk pembatasan kendaraan dinas dan anjuran bersepeda atau berjalan kaki.
  • Aksi tersebut menuai kritik karena dianggap tidak peka terhadap kondisi sosial dan bertentangan dengan pesan kesederhanaan yang ingin disampaikan dalam kampanye hemat energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memicu sorotan publik. Kegiatan yang berlangsung Kamis (9/4/2026) tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial bukan pada kegiatan olahraganya, melainkan pada sepeda listrik yang bernilai fantastis yang dikayuhnya.

1. Spesifikasi dan harga sepeda

Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Dari penelusuran IDN Times, Ahmad Luthfi menaiki sepeda gunung elektrik (electric mountain bike/e-MTB) dari pabrikan asal Amerika Serikat, yakni Specialized seri Turbo Levo Comp (generasi ketiga). Sepeda berjenis trail/enduro itu menawarkan rincian spesifikasi premium. Di antaranya:

  • Motor dan Baterai: Memakai Specialized Turbo Full Power System 2.2 (torsi 90Nm, tenaga 565 Watt) yang berkarakter halus dan mampu melipatgandakan tenaga kayuhan pengendara hingga empat kali lipat. Baterai Specialized M3-700Wh tersembunyi rapi di dalam rangka bawah (downtube), sanggup bertahan tiga hingga lima jam perjalanan.
  • Rangka dan Suspensi: Tersedia dalam material serat karbon (FACT 11m Carbon) atau M5 Premium Alloy. Sektor peredam kejut mendapat dukungan suspensi depan FOX 36 Rhythm (jarak main 160mm) dan suspensi belakang FOX FLOAT X Performance (150mm).
  • Konfigurasi Roda: Mengadopsi tata letak mullet, yakni ban depan 29 inci untuk kemudahan melibas rintangan dan ban belakang 27,5 inci demi kelincahan bermanuver di berbagai medan, termasuk perkotaan.
  • Komponen Penunjang: Dilengkapi layar MasterMind TCU pada rangka atas (top tube) yang terhubung ke aplikasi Mission Control, serta dipadukan dengan penggerak roda SRAM GX Eagle 12-speed.

2. Taksiran harga di Indonesia

Visual sepeda listrik Specialized seri Turbo Levo Comp (generasi ketiga). (specialized.com)
Visual sepeda listrik Specialized seri Turbo Levo Comp (generasi ketiga). (specialized.com)

Di pasar nasional, harga Specialized Turbo Levo secara umum berada pada kisaran Rp130 juta hingga Rp190 juta, bahkan varian tertingginya (seri S-Works) menembus angka Rp250 juta.

Khusus untuk estimasi varian Comp Carbon baru, harganya berkisar Rp110 juta hingga Rp145 juta, sementara versi Comp Alloy baru memakan biaya Rp85 juta hingga Rp100 juta. Unit bekasnya pun masih menuntut harga tinggi pada rentang Rp65 juta hingga Rp90 juta bergantung pada kondisi baterai.

3. Kampanye hemat energi dan aturan ASN

Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Dalam kampanye hemat energi tersebu, rombongan pejabat daerah itu menempuh jarak sekitar tujuh kilometer, dari Masjid Raya Baiturrahman melintasi kawasan Simpang Lima, Tugu Muda, hingga finis di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Ahmad Luthfi menyatakan, aksi tersebut bertujuan memberi contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat agar rajin berhemat energi.

"Saya lihat ASN kita ada yang naik sepeda, ada yang naik kendaraan listrik, hingga angkot. Jadikan budaya sehingga menjadi senang dan tidak terasa berat," katanya.

Langkah tersebut dianggap sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri dan SE Gubernur Jawa Tengah tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN yang memuat instruksi efisiensi berikut:

  • Pembatasan kendaraan dinas jabatan maksimal 50 persen.
  • Penerapan kerja dari rumah (work from home) bagi sebagian ASN setiap Jumat.
  • Pemakaian listrik kantor dibatasi pukul 06.30–15.30 WIB dengan pengaturan suhu pendingin ruangan pada 24–26 derajat Celsius.
  • Anjuran berjalan kaki bagi ASN dengan jarak rumah di bawah 1,5 kilometer, bersepeda untuk jarak di bawah 10 kilometer, serta pemanfaatan transportasi publik.

4. Kontradiksi dan ketimpangan simbolik

Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Aksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersepeda ke kantor bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memicu sorotan publik, Kamis (9/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)

Meski bertujuan positif, aksi pimpinan daerah itu menuai kritik dari Direktur Eksekutif BINTARI Foundation, Amalia Wulansari. Ia menilai, pemakaian sepeda bernilai ratusan juta itu kontradiktif dengan pesan berhemat yang ingin ditanamkan.

Ia menyoroti tiga faktor utama pada ranah komunikasi politik. Pertama hal itu menunjukkan adanya ketimpangan simbolik dan bentuk ketidakpekaan terhadap sensitivitas sosial.

"Pesan hidup hemat menjadi sulit diterima publik ketika seorang pemimpin mengajak bawahan berhemat, tetapi Gubernur Jateng sendiri memakai fasilitas seharga mobil. Pejabat publik selalu mendapat sorotan atas kesesuaian gaya hidup mereka. Pemakaian barang mewah di ruang terbuka terkesan kurang peka terhadap kesulitan ekonomi warga," katanya kepada IDN Times, Senin (13/4/2026).

Amalia menambahkan, di era digital, masyarakat kritis terhadap aksi pamer kekayaan (flexing) yang dilakukan pejabat, termasuk Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Hal itu rentan menjadi bumerang politik dan dinilai sebagai pencitraan semata.

"Penting untuk mengingat kembali persoalan esensi dan tujuan dari penghematan energi itu sendiri, yaitu membangun budaya peduli dan ramah lingkungan," tegas Amalia.

Ia menyimpulkan, pejabat tidak perlu berpura-pura miskin, tetapi wajib menghindari pamrih kemewahan.

"Pemimpin idealnya menjadi contoh pertama dalam kesederhanaan agar esensi edukasi lingkungan tidak kabur oleh sorotan gaya hidup mewah," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More