Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Keracunan MBG di Rembang, BGN Ancam Tutup Permanen Dapur SPPG
Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono saat memberikan statemen terkait insiden keracunan MBG Lasem, Kamis (9/9/2026) malam di Lantai IV Gedung Setda Rembang. (IST)
  • BGN mengancam menutup permanen dapur SPPG di Rembang yang tidak layak dan terbukti membahayakan siswa dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis.
  • BGN dan Pemkab Rembang akan memperketat inspeksi seluruh dapur SPPG; temuan pelanggaran kebersihan atau keselamatan dapat menjadi dasar rekomendasi sanksi hingga pencabutan operasional.
  • Sebanyak 28 siswa terdampak dugaan keracunan, dengan kondisi dilaporkan membaik; Wakil Kepala BGN dijadwalkan meninjau dapur SPPG Lasem dan para korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 September 2026 malam

Wakil Kepala BGN Trenggono mengevaluasi pengelola SPPG di Rembang dan menegaskan dapur yang menyebabkan keracunan akan ditutup permanen. Hingga malam itu, 28 siswa terdampak dan kondisinya dilaporkan membaik.

Besok

BGN berencana memeriksa satu per satu siswa yang terdampak dugaan keracunan.

11 September 2026

Trenggono melakukan peninjauan langsung ke SPPG Lasem dan korban terdampak untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BGN mengancam menutup permanen dapur SPPG yang tidak layak dan terbukti menyebabkan dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis di Rembang.
  • Who?
    Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono, pengelola SPPG se-Kabupaten Rembang, Pemkab Rembang, serta 28 siswa yang terdampak dugaan keracunan.
  • Where?
    Insiden terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pengarahan dan evaluasi pengelola SPPG berlangsung di Lantai IV Gedung Setda Rembang.
  • When?
    Evaluasi digelar Kamis malam, 10 September 2026. Trenggono dijadwalkan meninjau SPPG Lasem dan kondisi siswa terdampak pada Jumat, 11 September 2026.
  • Why?
    Penutupan permanen dipertimbangkan karena fasilitas dapur yang tidak layak, kebersihan yang tidak memenuhi standar, serta ketidakpatuhan terhadap SOP dapat membahayakan kesehatan siswa.
  • How?
    BGN dan Pemkab Rembang akan memperketat inspeksi seluruh dapur SPPG. Jika ditemukan pelanggaran, Pemkab mengirim surat kepada BGN sebagai dasar rekomendasi sanksi hingga penutupan operasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Rembang, 28 anak diduga sakit setelah makan makanan gratis di sekolah. BGN bilang dapur yang kotor atau tidak aman bisa ditutup selamanya. Pak Trenggono mengingatkan pengelola dapur harus ikut aturan kebersihan. Sekarang kondisi anak-anak mulai membaik. BGN dan pemerintah Rembang akan memeriksa semua dapur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons tegas BGN dan pengawasan bersama Pemkab Rembang menunjukkan bahwa keselamatan siswa ditempatkan sebagai prioritas dalam pelaksanaan program MBG. Peninjauan langsung, penegakan standar kebersihan, serta kemungkinan sanksi permanen menciptakan dorongan kuat bagi pengelola dapur untuk lebih disiplin, sementara kondisi 28 siswa terdampak dilaporkan mulai membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rembang, IDN Times — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas menyikapi kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan dan terbukti membahayakan keselamatan siswa dipastikan bakal ditutup secara permanen.

Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, usai menggelar pengarahan dan evaluasi bersama para kepala dapur atau pengelola SPPG se-Kabupaten Rembang di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis (10/9/2026) malam.

1. Kelalaian SOP Berakibat Fatal bagi Kesehatan Siswa

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)

Trenggono menegaskan bahwa kelaikan fasilitas bangunan dan kebersihan dapur merupakan syarat mutlak agar hidangan program MBG aman dikonsumsi. Menurutnya, munculnya insiden keracunan umumnya dipicu oleh faktor kelalaian serta pengabaian pengelola terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Yang jelas kalau ada bangunan dapurnya jelek, yang sudah (Mengakibatkan) keracunan, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan," tegas Trenggono kepada wartawan.

Ia menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan para pengelola dapur dalam menerapkan SOP secara konsisten demi menghindari celah kelengahan yang berdampak buruk pada kesehatan anak-anak.

"Sering saya sampaikan bahwa intinya kalau ada kejadian, pasti adalah ketidakpatuhan terhadap SOP. Nah ini yang makanya harus kita tekankan terus kepada kepala dapur, kadang-kadang manusia lengah," ujarnya.

"Tapi kan saya sampaikan bahwa kelengahan ini berakibat fatal. Kelengahan ini bisa berakibat kepada anak-anak siswa-siswa kita yang mengalami keracunan makanan," sambung Trenggono.

2. Pengawasan Lapangan Diperketat Bersama Pemkab Rembang

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono saat memberikan statemen terkait insiden keracunan MBG Lasem, Kamis (9/9/2026) malam di Lantai IV Gedung Setda Rembang. (IST)

Sebagai langkah mengantisipasi berulangnya kejadian serupa, BGN berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk memperketat inspeksi ke seluruh fasilitas dapur SPPG. Pengawasan dilakukan dengan menyisir langsung lokasi guna memastikan kelayakan sarana serta kepatuhan prosedur olah pangan.

Dalam skema pengawasan tersebut, Wakil Bupati Rembang dijadwalkan ikut meninjau secara langsung operasional di lapangan.

"Jadi nanti mungkin juga akan dilakukan oleh Wakil Bupati, akan mengadakan pengawasan langsung ke tiap-tiap dapur," kata Trenggono.

Apabila dalam inspeksi ditemukan fasilitas dapur yang terbukti tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan, Pemkab Rembang akan melayangkan surat resmi kepada BGN. Dokumen tersebut bakal menjadi dasar pertimbangan BGN untuk menerbitkan rekomendasi sanksi tegas hingga penutupan izin operasional SPPG terkait.

3. Kondisi 28 Anak Terdampak Mulai Membaik

Insiden dugaan keracunan massal terjadi di lingkungan sekolah MAN 2 Rembang (MAN Lasem) pada Selasa (8/9/2026). (IST)

Berdasarkan pendataan hingga Kamis malam, tercatat sebanyak 28 siswa menjadi korban terdampak dalam insiden dugaan keracunan makanan tersebut. Meski demikian, tim medis melaporkan bahwa kondisi kesehatan para siswa saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang kian membaik.

"Besok rencananya kami akan cek untuk siswa-siswa yang terdampak, yang sampai dengan malam ini informasi masih 28 anak. Nanti kan kita cek satu-satu, tapi informasinya sudah ke arah yang membaik," tutur Trenggono.

Waka BGN Sidak SPPG Lasem dan Tinjau Korban Hari Ini

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono melakukan peninjauan lapangan langsung pada hari ini, Jumat (11/9/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article