Semarang, IDN Times - Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah Kota Semarang. Salah satunya stok air baku di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kudu mengalami penurunan.
Kemarau di Semarang Memuncak, Air Baku SPAM Kudu Menurun

1. Penurunan stok air baku berdampak pada distribusi ke pelanggan
Kondisi tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi air, khususnya di sebagian wilayah pelayanan Semarang Timur.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya meminta Perumda Air Minum Tirta Moedal untuk terus memantau kondisi sumber air baku sembari mengoptimalkan produksi dan distribusi air.
“Pada musim kemarau saat ini terdapat penurunan ketersediaan air baku di SPAM Kudu yang berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air di sebagian wilayah pelayanan,’’ ungkapnya, Jumat (4/9/2026).
Untuk membantu kebutuhan distribusi air bersih, Perumda Air Minum Tirta Moedal akan berkoordinasi dengan BPBD. Armada tangki dapat dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, kondisi wilayah, ketersediaan armada, dan sumber air.
2. Sebanyak 115 ribu liter air bersih sudah didistribusikan
Untuk diketahui, hingga awal September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat kekeringan terjadi di empat kecamatan.
Sebanyak 19 tangki atau sekitar 115 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada warga melalui 13 titik distribusi.
Pemkot Semarang masih menyiapkan pasokan air bersih untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Dari total 480 ribu liter yang disiapkan melalui anggaran BPBD Kota Semarang 2026, masih tersedia sekitar 365 ribu liter.
Agustina menyampaikan, pemerintah terus memantau kondisi di lapangan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat segera mendapatkan penanganan. Pemkot Semarang terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.
3. Warga yang kesulitan air bisa ajukan permohonan bantuan
Sementara, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui kelurahan setempat.
Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera, warga juga dapat menghubungi layanan darurat 112. Setiap laporan akan diverifikasi di lapangan untuk menentukan kondisi serta kebutuhan air sebelum bantuan disalurkan.
Kemudian, bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Moedal yang mengalami gangguan aliran dapat menyampaikan laporan melalui Call Center 0800 1503 888, WhatsApp 0811 2680 060, atau kanal media sosial resmi Tirta Moedal.
Agustina mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga juga diminta menampung air secukupnya ketika aliran tersedia, terutama di wilayah yang mengalami penurunan suplai.
‘’Kami akan terus memantau perkembangan kekeringan dan kebutuhan air bersih untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi di lapangan,’’ tandasnya.
Curated For You
- 4 Trik Cerdas Hadapi Pasokan Air PDAM Semarang yang Menurun saat Kemarau Panas31 Aug 2026, 18:00 WIB
- Rowosari Semarang Jadi Wilayah Paling Rawan Krisis Air saat Kemarau27 Aug 2026, 03:00 WIB