Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Panjang, 15 Serangan Monyet Ekor Panjang Muncul di Semarang
Petugas gabungan Damkar dan BKSDA Jateng membawa lutung Jawa yang dievakuasi dari Kampung Plalangan Gunungpati. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kota Semarang mencatat 15 serangan monyet ekor panjang, dengan laporan meningkat tahun ini seiring kemarau panjang yang mendorong satwa keluar mencari makanan dan air.
  • KSDA Semarang menyatakan kondisi belum mengkhawatirkan, tetapi penanganan harus hati-hati karena satwa liar memerlukan pakan, perawatan tepat, serta berpotensi membawa penyakit.
  • Laporan warga akan ditindaklanjuti melalui evakuasi ke kantor BKSDA untuk pemeriksaan dokter hewan, sebelum tim menentukan kemungkinan pelepasliaran di lokasi yang sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun ini

Laporan serangan monyet ekor panjang di Kota Semarang meningkat. Sebanyak 15 serangan muncul, diduga dipicu kemarau panjang yang mendorong satwa mencari makanan dan air di permukiman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terjadi 15 laporan serangan monyet ekor panjang di Kota Semarang, dengan jumlah kejadian tahun ini meningkat.
  • Who?
    Warga Kota Semarang, monyet ekor panjang, serta petugas BKSDA dan dokter hewan terlibat dalam penanganan laporan.
  • Where?
    Serangan dilaporkan terjadi di kawasan permukiman Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Kejadian dilaporkan terjadi pada tahun ini, saat kemarau panjang melanda Kota Semarang.
  • Why?
    Kemarau panjang memicu monyet ekor panjang keluar dari habitatnya menuju permukiman untuk mencari makanan dan air.
  • How?
    Petugas menindaklanjuti laporan warga dengan mengevakuasi monyet ke kantor BKSDA untuk pemeriksaan dan observasi dokter hewan sebelum penanganan lanjutan atau pelepasliaran.
  • What?
    Terjadi 15 laporan serangan monyet ekor panjang di Kota Semarang, dengan jumlah laporan tahun ini meningkat.
  • Who?
    Warga Kota Semarang terdampak serangan; Resort KSDA Wilayah Semarang dan BKSDA menangani laporan serta evakuasi satwa.
  • Where?
    Kejadian dilaporkan di kawasan permukiman Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Serangan dilaporkan pada tahun ini, saat kemarau panjang melanda Kota Semarang.
  • Why?
    Kemarau mendorong monyet ekor panjang keluar dari habitatnya ke permukiman untuk mencari makanan dan air.
  • How?
    Petugas menindaklanjuti laporan dengan mengevakuasi monyet, membawanya ke kantor BKSDA untuk pemeriksaan dan observasi dokter hewan, lalu menentukan penanganan atau pelepasliaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, ada 15 serangan monyet ekor panjang. Kemarau panjang membuat monyet keluar dari rumahnya untuk mencari makan dan air. Warga bisa takut. Petugas KSDA akan menangkap monyet yang mengganggu. Monyet lalu diperiksa dokter hewan. Setelah itu, petugas akan memilih apakah monyet bisa dilepas lagi ke tempat asalnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah meningkatnya kemunculan monyet ekor panjang saat kemarau, penanganan di Semarang menunjukkan pendekatan yang terukur dan berhati-hati. Setiap laporan ditindaklanjuti melalui evakuasi, pemeriksaan dokter hewan, serta observasi sebelum keputusan pelepasliaran diambil. Kondisi yang belum tergolong mengkhawatirkan memberi ruang bagi perlindungan warga sekaligus perhatian terhadap kesehatan satwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Belasan kejadian serangan monyet ekor panjang bermunculan di Kota Semarang. Jumlah serangan monyet ekor panjang disinyalir tahun ini bertambah banyak karena kemarau panjang yang melanda Ibukota Jateng.

Kepala Resort KSDA Wilayah Semarang, Rimbawanto mengungkapkan, musim kemarau merupakan periode yang hampir setiap tahun memicu satwa liar keluar dari habitatnya dan memasuki kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan maupun air.

"Itu khusus untuk Kota Semarang. Kalau data seluruh Jawa Tengah ada di tim yang berada di kantor. Namun memang, untuk Kota Semarang terjadi peningkatan jumlah laporan," ujarnya.

Rimba mengatakan penanganan satwa liar memerlukan kehati-hatian dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Selain membutuhkan pakan dan metode perawatan yang sesuai, petugas juga harus mengantisipasi potensi penyakit bawaan yang dapat dibawa satwa liar.

Meski demikian, menurutnya kondisi di Kota Semarang belum tergolong mengkhawatirkan meskipun jumlah laporan mulai mengalami peningkatan.

"Musim kemarau sudah menjadi agenda rutin. Biasanya banyak satwa yang turun dari habitat ke permukiman. Namun, alhamdulillah kondisinya belum terlalu merebak, meski laporan pada tahun ini mulai meningkat," katanya.

Setiap laporan mengenai monyet ekor panjang yang meresahkan warga akan ditindaklanjuti dengan evakuasi. Setelah diamankan, satwa tersebut dibawa ke kantor BKSDA untuk menjalani pemeriksaan dan observasi oleh dokter hewan sebelum diputuskan langkah penanganan berikutnya.

"Apabila memang masyarakat resah, kami tangkap dan bawa ke kantor. Selanjutnya dokter hewan akan melakukan observasi. Setelah itu akan diputuskan apakah satwa tersebut dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya," urainya.

Penentuan lokasi pelepasliaran menjadi kewenangan tim penilai yang menentukan kawasan yang sesuai untuk monyet ekor panjang.

Menurutnya, pemeriksaan kondisi kesehatan satwa sepenuhnya dilakukan oleh dokter hewan yang memiliki kompetensi dalam menangani satwa liar, termasuk monyet ekor panjang.

"Dokter yang lebih memahami terkait penyakit-penyakit yang dapat dibawa satwa seperti monyet ekor panjang," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article