Semarang, IDN Times - Belasan kejadian serangan monyet ekor panjang bermunculan di Kota Semarang. Jumlah serangan monyet ekor panjang disinyalir tahun ini bertambah banyak karena kemarau panjang yang melanda Ibukota Jateng.
Kepala Resort KSDA Wilayah Semarang, Rimbawanto mengungkapkan, musim kemarau merupakan periode yang hampir setiap tahun memicu satwa liar keluar dari habitatnya dan memasuki kawasan permukiman untuk mencari sumber makanan maupun air.
"Itu khusus untuk Kota Semarang. Kalau data seluruh Jawa Tengah ada di tim yang berada di kantor. Namun memang, untuk Kota Semarang terjadi peningkatan jumlah laporan," ujarnya.
Rimba mengatakan penanganan satwa liar memerlukan kehati-hatian dan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Selain membutuhkan pakan dan metode perawatan yang sesuai, petugas juga harus mengantisipasi potensi penyakit bawaan yang dapat dibawa satwa liar.
Meski demikian, menurutnya kondisi di Kota Semarang belum tergolong mengkhawatirkan meskipun jumlah laporan mulai mengalami peningkatan.
"Musim kemarau sudah menjadi agenda rutin. Biasanya banyak satwa yang turun dari habitat ke permukiman. Namun, alhamdulillah kondisinya belum terlalu merebak, meski laporan pada tahun ini mulai meningkat," katanya.
Setiap laporan mengenai monyet ekor panjang yang meresahkan warga akan ditindaklanjuti dengan evakuasi. Setelah diamankan, satwa tersebut dibawa ke kantor BKSDA untuk menjalani pemeriksaan dan observasi oleh dokter hewan sebelum diputuskan langkah penanganan berikutnya.
"Apabila memang masyarakat resah, kami tangkap dan bawa ke kantor. Selanjutnya dokter hewan akan melakukan observasi. Setelah itu akan diputuskan apakah satwa tersebut dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya," urainya.
Penentuan lokasi pelepasliaran menjadi kewenangan tim penilai yang menentukan kawasan yang sesuai untuk monyet ekor panjang.
Menurutnya, pemeriksaan kondisi kesehatan satwa sepenuhnya dilakukan oleh dokter hewan yang memiliki kompetensi dalam menangani satwa liar, termasuk monyet ekor panjang.
"Dokter yang lebih memahami terkait penyakit-penyakit yang dapat dibawa satwa seperti monyet ekor panjang," pungkasnya.
