Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenalin Nih! Bona dan Zella, Dua Gajah Koleksi Terbaru Bonbin Mangkang
Seekor gajah bernama Zella melukis memakai warna merah dan hijau di kandang barunya di Bonbin Mangkang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Setelah kematian gajah Sekar pada Februari silam, pengelola Bonbin Mangkang atau Semarang Zoo akhirnya mendapatkan gantinya. Per hari ini, Jumat (16/6/2023), dua gajah koleksi Lembaga Konservasi (LK) Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dipindahkan ke Bonbin Mangkang sebagai tambahan koleksi satwa. 

1. Bona berusia 40 tahun, Zella berusia 38 tahun

Gajah bernama Zella menunjukkan kemampuannya melukis di Bonbin Mangkang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dua gajah yang dipindahkan ke Bonbin Mangkang bernama Bona dan Zella. Menurut Dirut Bonbin Mangkang, Choirul Awaludin, gajah Bona berusia 40 tahun. Sedangkan gajah Zella berusia 38 tahun. 

"Usianya Zella 38 tahun, dia gajah Sumatera berjenis kelamin betina. Kalau yang Bona juga sama jenisnya gajah Sumatera. Tapi umurnya 40 tahun," kata Choirul. 

2. Gajah butuh makan berton-ton

Sebuah truk saat mengangkut gajah Zella dari Lembaga Konservasi Borobudur menuju Bonbin Mangkang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dengan jarak perjalanan dari Borobudur yang cukup jauh, katanya membuat gajah Zella harus dilakukan sterilisasi terlebih dahulu setibanya di Semarang. 

Namun, diakuinya juga dengan adanya dua gajah sebagai koleksi baru di Bonbin Mangkang menjadi tantangan yang berat. 

"Kalau dirasa berat, ya memang berat karena gajah ini jumlah makannya sudah berton-ton. Tapi pesan dari beliau (Kepala BKSDA) jadi amanah buat kami untuk dilaksanakan. Termasuk menyiapkan porter dan pawang gajah. Kemarin gajahnya sudah beradaptasi dengan pawang yang berbeda. Semoga saja ke depan kami bisa mengembangkan konservasi gajah di taman satwa ini," tuturnya. 

3. TWC Borobudur punya izin konservasi sejak 2017

Sejumlah pengunjung anak-anak saat menonton dua gajah koleksi Bonbin Mangkang yang sudah ditaruh di dalam kandang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sedangkan, Kepala BKSDA Jateng Darmanto mengungkapkan pemindahan dua gajah telah melewati prosedur yang resmi. Terlebih lagi TWC Borobudur telah mengantongi izin sebagai lembaga konservasi sejak 2017 silam. 

"Semula ada lima gajah hasil translokasi dari pusat pengembangbiakan gajah di Way Kambas Lampung. Sehingga lima satwa ini merupakan hewan negara yang dikendalikan KLHK dan Dirjen terkait. Kemudian tiga ditaruh di Yogyakarta, dua jadi koleksi Semarang Zoo," katanya. 

4. Bona dan Zella masih produktif

Dua ekor gajah Sumatera Bona dan Zella kiriman dari Lembaga Konservasi Borobudur yang sudah dipindahkan ke Bonbin Mangkang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Jika dilihat dari karakternya, Darmanto berkata Bona dan Zella merupakan dua gajah yang produktif. Artinya kedua hewan mamalia itu masih bisa dikembangbiakan. 

"Kedua gajah ini sifatnya masih produktif, masih sehat dan diharapkan dapat diasuh dengan baik di Semarang. Supaya nanti bisa dikembangbiakan," ujar Darmanto. 

5. BKSDA: Semarang Zoo harus belajar ke Way Kambas

Kepala BKSDA Jateng Darmanto dan Dirut Bonbin Mangkang Semarang Choirul Awaludin saat menyampaikan proses serah terima dua gajah bernama Bona dan Zella ke Bonbin Mangkang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih jauh lagi, ia mengingatkan kepada pengelola Bonbin Mangkang untuk merawat gajah dengan maksimal. Setiap bulan harus berkala dicek kesehatannya. Serta bisa dikonsultasi dengan dokter gajah yang ada di Way Kambas. 

"Jadi masa produktif ini jangan sampai disia-siakan hidupnya. Satwa ini harus diberi makan yang cukup, kesejahteraan yang cukup untuk dikembangbiakan. Karena menata lembaga konservasi tidak segampang membalikan telapak tangan. Semarang Zoo perlu belajar ke Way Kambas," tegasnya. 

Editorial Team

Related Article