Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau Ekstrem Ancam Semarang, Damkar hingga Puskesmas Siaga Penuh

Kota Semarang
Kemarau Ekstrem Ancam Semarang, Damkar hingga Puskesmas Siaga Penuh
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Ancaman yang diantisipasi bukan hanya kekeringan, tetapi juga kebakaran, memburuknya kualitas udara, hingga meningkatnya risiko penyakit di tengah masyarakat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menginstruksikan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga jajaran camat dan lurah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama kita bersama. Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat,” ungkapnya, Senin (27/7/2026).

1. Damkar patroli lahan rawan terbakar saat puncak panas

IMG_20260726_135921.jpg
Kondisi ruko Pasmod BSB Ngaliyan yang kena dampak kebakaran. (IDN Times/Sok Damkar Semarang)

Ancaman kebakaran menjadi salah satu fokus selama puncak musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang telah menerbitkan surat imbauan kepada seluruh kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan pencegahan.

Patroli juga diintensifkan di lahan kosong yang berpotensi terbakar, terutama pada pukul 10.00–13.00 WIB yang dinilai sebagai jam puncak panas.

Selain itu, petugas melakukan inspeksi alat proteksi kebakaran di sekitar 1.500 gedung. Rekomendasi proteksi kebakaran juga menjadi persyaratan dalam pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Agustina meminta masyarakat ikut mengantisipasi munculnya titik api dengan tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Peran siskamling juga didorong kembali, terutama untuk mengawasi lingkungan yang rawan kebakaran.

“Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Jika menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 112 atau layanan Damkar Kota Semarang.

2. TPA Jatibarang diperketat, gas metan ikut dikendalikan

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menemukan pembakaran ilalang di sekitar TPA Jatibarang, Minggu (22/10/2023). (dok. Damkar Semarang)
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menemukan pembakaran ilalang di sekitar TPA Jatibarang, Minggu (22/10/2023). (dok. Damkar Semarang)

Kewaspadaan juga ditingkatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. DLH bersama Damkar melakukan patroli rutin untuk mendeteksi potensi titik api.

Upaya pencegahan dilakukan dengan penimbunan sampah menggunakan tanah atau cover soil, penyiraman untuk pendinginan setiap dua hari, serta pemasangan sistem pipa injeksi air pada titik tumpukan sampah yang dinilai rawan.

Pengendalian gas metan juga dilakukan melalui metode flaring. Langkah tersebut dibarengi dengan larangan merokok di kawasan TPA dan edukasi kepada masyarakat.

Sementara di kawasan permukiman, DLH meminta warga tidak membakar sampah serta memangkas ilalang kering di sekitar bangunan untuk mengurangi material yang berpotensi memicu dan memperbesar kebakaran.

DLH bersama jajaran kewilayahan juga melakukan pemantauan lokasi pembuangan sampah liar dan mengangkut sampah dari lokasi tersebut.

3. ISPA dan diare ikut diwaspadai

ilustrasi seseorang mengalami diare (freepik.com/jcomp)
ilustrasi seseorang mengalami diare (freepik.com/jcomp)

Dampak kemarau juga menjadi perhatian sektor kesehatan. Dinkes Kota Semarang menyiagakan puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi penyakit yang berpotensi meningkat akibat cuaca ekstrem.

“Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga,” kata Agustina.

Pemkot memastikan layanan kesehatan primer hingga ambulans kegawatdaruratan gratis tersedia selama 24 jam. Ketersediaan obat, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa bagi warga terdampak kemarau maupun kebakaran juga disiapkan.

Dinkes turut memperketat surveilans penyakit, inspeksi sanitasi depot air minum dan tempat pengelolaan pangan.

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kasus demam berdarah dengue (DBD).

4. Warga diminta cek instalasi listrik dan kompor gas

ilustrasi instalasi listrik (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi instalasi listrik (pexels.com/Pixabay)

Selain kesiapan pemerintah, Agustina meminta mitigasi dilakukan hingga tingkat rumah tangga dan tempat usaha.

Masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan kompor gas yang dapat menjadi sumber kebakaran. Rumah maupun tempat usaha juga dianjurkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR).

Di tengah cuaca panas, warga juga diminta menjaga kecukupan cairan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memastikan air yang dikonsumsi aman, serta menggunakan masker jika diperlukan.

“Jangan lupa minum yang cukup, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), merebus air sebelum dikonsumsi, kalau bisa pakai masker. Terus kalau merasa sakit atau tidak enak badan langsung periksa ke puskesmas atau ke dokter,” pungkas Agustina.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More