Banyumas, IDN Times – Sebanyak 29 warga Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas masih menjalani perawatan akibat keracunan yang terjadi pada Sabtu (8/2).
Keracunan Massal di Banyumas, 29 Warga Masih Dirawat

1. Gejala keracunan usai makan di hajatan mitoni
Puluhan orang itu menunjukkan gejala keracunan usai makan bersama pada acara mitoni atau selamatan atas kehamilan pada usia tujuh bulan seorang warga di RW 5 desa setempat. Diduga, makanan yang mereka makan pada acara ini menjadi penyebabnya.
Pada Sabtu siang (8/2) warga yang ikut makan pada acara kenduri itu mengeluh pusing, mual-mual, kemudian diare. Mereka kemudian memeriksakan diri ke bidan desa. Sebagian lagi ke Puskesmas Wangon.
2. Semula 35 orang mendapat perawatan
Bupati Banyumas Achmad Husain menerima laporan ada 35 warga yang dirawat. Sebanyak 25 orang dirawat di Puskesmas Wangon 1. Satu di antaranya dirujuk ke RS Ajibarang. Sementara dua orang dirawat di RS AN' Nimah Wangon dan sisanya menjalani rawat jalan.
"Begitu ada laporan dugaan keracunan, perawat di Puskesmas Wangon 1 datang ke desa membawa ambulans untuk membawa mereka ke Puskesmas. Saya juga perintahkan Dinas Kesehatan untuk menangani kejadian ini dan merawat mereka yang sakit," kata Husein.
Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto langsung datang ke Puskesmas 1 Wangon pada Sabtu sore untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
3. Penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kabupaten Purbalingga, Dwi Mulyanto mengatakan, penyebab pasti keracunan masih masih diteliti di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.
“Kami juga ingin segera tahu penyebabnya, tetapi hasilnya belum keluar. Untuk saat ini ada 29 yang masih dirawat, kami berharap hari ini sudah bisa pulang,” kata dia.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga masih melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di Desa Pengadegan. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi warga yang mengalami keracunan.
“Mungkin ada yang lain sehingga bisa langsung kami tangani,” ujar dia, Senin (10/2).
Sebagai upaya antsipasi, Dinas Kesehatan juga menggelar penyuluhan ketahanan pangan di Balai Desa Pengadegan pada Senin (10/2).
“Jadi kami memberikan penyuluhan tentang bagaimana mengolah makanan yang benar sehingga aman dikonsumsi,” ujar dia.