Kisah Pegiat Sosial Asal Solo Diah Warih Muncul di Majalah Korea Selatan

Founder Diwa Foundation dan Pendiri G-Nesia (organisasi masyarakat, Red), Diah Warih Anjari muncul di Popopo (Conecting People With Potential and Posibilitis) Magazine terbitan Oktober 2024 itu.
Perempuan asli Solo yang juga entrepreneur dan pegiat sosial tersebut pun tak menyangka perjalanan hidupnya dianggap layak untuk dibukukan dalam majalah populer asal Korea Selatan yang juga diedarkan di sejumlah negara besar di Asia, Eropa, dan Amerika itu.
1. Berkat kisah inspiratif

Perempuan yang akrab disapa Diwa tersebut mengaku tak menyangka jika dirinya bisa masuk di majalah Korea Selatan yang memuat kisah tentang dirinya di edisi bertema "Ignite Your Hidden Potential" tersebut.
“Ini pengalaman yang sangat menarik untuk saya. Dan saya tidak menyangka ternyata seorang Diah Warih Anjari ini bisa mencuri perhatian majalah internasional seperti ini,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga merasa bangga karena menjadi salah satu tokoh inspiratif yang susahnya bisa dibaca di berbagai negara. Majalah asal Korea Selatan tersebut diedarkan ke sejumlah negara besar seperti Taiwan, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Jepang, Finlandia, dan Perancis pada Oktober lalu.
“Majalah ini menarik sekali karena banyak figur perempuan yang menjadi perwakilan dari negara-negara lain yang menginspirasi banyak orang. Ternyata banyak perempuan yang memiliki keunikan dan kemampuan yang hebat, dan saya bangga bisa menjadi salah satu sosok yang masuk ke majalah ini,” jelasnya dia.
2. Awal mula masuk majalah di Korea Selatan

Lebih lanjut, ditanya soal awal mula pertemuan dengan Redaksi Popopo Magazine, Diwa mengatakan awalnya dirinya berkenalan dengan kolega dari Korea Selatan bernama Katie Lee (seorang tokoh publik di bidang organisasi pengusaha dan dagang asal Korea Selatan, Red).
Pertemuan dengan Katie Lee itu kemudian disorot oleh Popopo Magazine yang jauh sebelumnya juga rutin mengamati aktivitas Diah Warih Anjari melalui sejumlah platform media sosial. Dari sana komunikasi terjalin, dan diinterview oleh redaksi.
“Ternyata Popopo Magazine ini mengamati kiprah saya mulai dari sosial kemanusiaan di Diwa Foundation yang saya dirikan ini. Selain itu mereka juga tertarik dengan ormas G-Nesia yang saya dirikan yang di Pilpres lalu ikut berperan untuk mengkampanyekan Capres Prabowo sampai luar negeri. Ternyata aktivitas Diwa Foundation dan G-Nesia ini jadi perhatian mereka,” jelasnya.
3. Tak berpuas diri

Meski kisahnya sudah didengar hingga mancanegara, perempuan asli Solo tersebut tak berpuas diri. Meski menjadi perempuan pertama di Indonesia yang diliput oleh majalah yang telah menjadi koleksi di perpustakaan kongres di Washington, Amerika Serikat itu. Diwa yakin banyak perempuan Indonesia yang tidak kalah hebat dari perempuan-perempuan lain di banyak negara maju.
Untuk itu, ia mengaku tidak akan berpuas diri setelah muncul di majalah kelas dunia ini namun akan terus berkarya melalui berbagai hal baik dari segi bisnis, sosial kemanusiaan, maupun perpolitikan di Indonesia.
“Walau tidak sempat kuliah saya tidak minder saat berhadapan dengan siapapun, karena pengalaman dan praktik langsung itu tak jarang lebih menentukan kesuksesan seseorang. Melalui Diwa Foundation dan G-Nesia ini saya akan terus berkarya untuk membantu masyarakat, khusus untuk ranah perpolitikan kami sudah menunjukkan perjuangan saya di ranah demokrasi, dan seperti dukungan saya langsung dalam pilkada dan pilgub November 2024 lalu,” pungkas Diwa.


















