Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Klaster Pendidikan Dominasi Lonjakan Kasus COVID-19 di Semarang
Ilustrasi siswa mengikuti pembelajaran tatap muka. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Semarang, IDN Times - Kasus positif COVID-19 di Kota Semarang terus melonjak dalam dua pekan terakhir. Klaster pendidikan menyumbang jumlah kasus positif paling tinggi dari total kasus terkonfirmasi COVID-19 saat ini. 

1. Klaster pendidikan dan perusahaan sumbang lonjakan COVID-19

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, klaster pendidikan dan perusahaan mendominasi kasus positif COVID-19 di Kota Semarang. Khusus klaster pendidikan atau sekolah ini siswa yang terkena COVID-19 merata dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

‘’Maka, off-kan dulu pembelajaran tatap muka selama dua minggu dan kami meminta kepada Dinas Pendidikan untuk kembali memastikan penerapan SOP protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Seperti penyemprotan desinfektan, penyediaan wastafel dan air mengalir serta pengaturan jarak antar bangku di dalam kelas ini perlu diperhatikan kembali," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (11/2/2022).

2. Total ada 106 kasus positif dari klaster pendidikan

Ilustrasi pelajar SMP Negeri.(Dok. SMP 5 Semarang)

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat hingga saat ini ada 106 siswa dan guru yang terpapar COVID-19. Kasus positif tersebut tersebar di sejumlah sekolah dengan jumlah kasus yang berbeda-beda. 

‘’Ada sekolah yang hanya ditemukan satu kasus saja. Namun, ada juga dalam satu sekolah yang ditemukan lebih dari 10 kasus. Kemudian, ada 30 kasus terkonfirmasi positif siswa SMP dalam satu sekolah,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. 

Hal ini, lanjut dia, yang membuat sekolah tersebut menjadi klaster sekolah atau klaster pendidikan. Adapun, kasus positif paling banyak di tingkat SMA/SMK.

3. Kasus positif COVID-19 di Semarang capai 553 kasus

Ilustrasi pembelajaran tatap muka di sekolah. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Untuk diketahui, temuan kasus yang ada di Kota Semarang tersebut merupakan hasil random sampling yang dilakukan oleh puskesmas masing-masing wilayah di sekolah-sekolah. Sebab, sejak September 2021 hingga Februari 2022 ini, Dinas Kesehatan terus melakukan random sampling di semua sektor termasuk sektor pendidikan. 

“Maka itu, PTM dihentikan dulu sementara untuk melihat perkembangan kasusnya" tandasnya

Sementara itu, melansir laman siagacorona.semarangkota.go.id per Jumat (11/2/2022) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 553 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 482 kasus merupakan warga Kota Semarang dan 71 kasus merupakan pasien dari luar kota.

Editorial Team

Related Article