Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
mtq, mtq nasional
Ilustrasi MTQ Nasional. (dok. Pemkot Semarang)

Intinya sih...

  • Kota Semarang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI pada bulan September 2026.

  • Tim Kementerian Agama melakukan survei kelayakan venue di Ibu Kota Jawa Tengah.

  • Potensi Kota Semarang sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional sedang dipertimbangkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kota Semarang berpotensi untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI pada bulan September 2026. Hal itu disampaikan saat tim Kementerian Agama (Kemenag) melakukan survei kelayakan venue atau lokasi di Ibu Kota Jawa Tengah.

1. Semarang miliki posisi strategis

Ilustrasi MTQ Nasional. (dok. Pemkot Semarang)

Pemilihan Kota Semarang sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki posisi strategis sekaligus kesiapan teknis untuk menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag RI, Rizal Ahmad Rangkuty menyampaikan, bahwa peninjauan difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti kesiapan tata ruang, alur registrasi, ketersediaan ruang tunggu peserta, hingga skema penempatan majelis lomba sebagai penopang utama kelancaran MTQ berskala nasional.

“Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ungkap, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kedatangan peserta berlangsung secara bertahap. Sebagai contoh, kafilah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Riau dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat pada pukul 11.00 WIB, dan seterusnya. Maka itu, ruang tunggu perlu disiapkan secara memadai agar alur kedatangan tetap tertib, nyaman, dan tidak terjadi penumpukan.

2. PRPP akan jadi salah satu lokasi acara

Ilustrasi MTQ Nasional. (dok. Pemkot Semarang)

Terkait lokasi, Rizal menyebutkan bahwa pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar dimungkinkan, sepanjang aspek keamanan, kenyamanan, serta mitigasi cuaca dapat terpenuhi.

“Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono menilai, PRPP Semarang sebagai salah satu lokasi yang memiliki keunggulan dari sisi strategis. Kedekatan lokasi dengan bandara menjadi nilai tambah karena memudahkan kafilah menuju tempat registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.

“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” jelasnya.

3. Jadi momentum bersejarah bagi Kota Semarang

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-58 Kota Medan Tahun 2025 secara resmi ditutup oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas (Dok. Diskominfo Medan)

Ia menambahkan, fasilitas pendukung seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan yang baik, area antrean, layanan konsumsi, hingga ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama yang akan terus disempurnakan. Selain itu, unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa dinilai memberi nilai tambah secara visual.

“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya terasa kuat dan fotogenik. Ini sangat mendukung kebutuhan dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” tutur salah satu anggota tim.

Sementara, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan, optimisme bahwa Kota Semarang siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional Tahun 2026. Menurutnya, kepercayaan sebagai tuan rumah kembali merupakan kehormatan sekaligus momentum penting bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menyukseskan agenda keagamaan berskala nasional.

“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada tahun 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Wali Kota.

4. Optimalkan ruang-ruang di dalam gedung

MTQ ke-58 di Kota Medan resmi dibuka (Dok. Diskominfo Medan)

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional pada September 2026 mendatang bisa terselenggara dengan sukses dan berkesan.

Dalam pembahasan tersebut, turut disinggung pula aspek efisiensi biaya dan instalasi, mengingat sebagian fasilitas gedung telah digunakan untuk berbagai kegiatan nasional maupun korporasi. Tim menilai, ruang-ruang di dalam gedung dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan MTQ.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Kota Semarang dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, sekaligus diharapkan mampu menyelenggarakan MTQ secara tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi seluruh peserta serta masyarakat.

Editorial Team