Ilustrasi swab test di lingkungan Pemkot Semarang. Dok. Pemkot Semarang
Sementara, jika dihitung laju insidensi di Kota Semarang saat ini ada di angka 2,03 dari 1.000 populasi. Kondisi itu diperoleh dari jumlah kumulatif positif COVID-19 sepanjang pandemik sebanyak 3.374 kasus dibagi jumlah penduduk 1,66 juta jiwa dikalikan 1.000.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dokter Abdul Hakam menyampaikan, dari 1,66 juta jiwa penduduk Kota Semarang, sudah 2,3 persen yang kami tes COVID-19. ‘’Kami menargetkan bisa melakukan tes massal sebesar 5 persen dari jumlah penduduk di Semarang,’’ ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, per 18 Juli 2020 di Kota Semarang sudah dilaksanakan skrining atau tes penjaringan dan tracking kepada 57.462 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 22.549 melalui tes rapid dan 34.913 dengan tes swab. Dari jumlah itu terdeteksi melalui tes rapid sebanyak 1.755 reaktif dan 20.794 non reaktif, sedangkan dengan tes swab sebanyak 3.751 positif dan 31.162 negatif.