Lonjakan Nataru 2026, KAI Purwokerto Layani 322.780 Ribu Penumpang

- Sebanyak 322.780 penumpang berangkat
- Stasiun Purwokerto menjadi peran sentral dengan 121.562 penumpang berangkat dan 121.515 penumpang tiba
- Tingginya pergerakan penumpang berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal di wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya
Purwokerto, IDN Times - Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kembali menegaskan peran strategis transportasi kereta api di wilayah selatan Jawa Tengah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mencatat telah memberangkatkan 322.780 penumpang selama masa angkutan Nataru yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Angka tersebut mengalami kenaikan 17 persen dibandingkan periode yang sama pada Nataru 2024/2025, yang mencatat 276.119 penumpang. Hal ini menjadi cerminan perubahan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi yang dinilai lebih aman, efisien, dan relatif stabil di tengah padatnya arus libur akhir tahun.
1. Tercatat sebanyak 335.727 penumpang kedatangan

Tak hanya dari sisi keberangkatan, arus kedatangan penumpang ke wilayah Daop 5 Purwokerto juga menunjukkan tren yang tinggi. Selama 18 hari masa angkutan Nataru, tercatat sebanyak 335.727 penumpang tiba melalui berbagai stasiun di wilayah ini.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menilai capaian tersebut menunjukkan konsistensi kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.
"Peningkatan jumlah penumpang ini mengindikasikan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan jauh pada masa libur panjang,"kata As’ad, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, faktor keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu menjadi alasan utama masyarakat tetap memilih kereta api di tengah beragam alternatif moda transportasi darat lainnya.
2. Stasiun Purwokerto jadi peran sentral

Data KAI Daop 5 Purwokerto menunjukkan Stasiun Purwokerto masih memegang peran sentral sebagai simpul mobilitas di wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya. Selama masa Nataru 2025/2026, stasiun ini memberangkatkan 121.562 penumpang dan menerima kedatangan 121.515 penumpang.
Posisi strategis Purwokerto sebagai titik persilangan jalur selatan Jawa menjadikannya tidak hanya sebagai stasiun asal dan tujuan, tetapi juga titik transit penting bagi penumpang dari dan menuju Yogyakarta, Jakarta, Bandung, hingga Jawa Timur.
Di bawahnya, Stasiun Kutoarjo mencatat 45.582 penumpang berangkat dan 49.735 penumpang tiba, disusul Stasiun Kroya dengan 36.054 penumpang berangkat dan 38.243 penumpang datang. Sementara itu, Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong juga menunjukkan peran signifikan dalam melayani mobilitas masyarakat pesisir selatan Jawa Tengah.
3. Berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal

Tingginya pergerakan penumpang selama Nataru tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal. Aktivitas penumpang di stasiun-stasiun besar seperti Purwokerto, Kroya, dan Kutoarjo turut menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, hingga pariwisata daerah.
Momentum Nataru 2025/2026 menjadi indikator bahwa wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya semakin terhubung dalam jaringan mobilitas nasional, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi massal yang terintegrasi.
As’ad menegaskan bahwa tingginya volume penumpang diimbangi dengan kesiapan operasional KAI Daop 5 Purwokerto. Selama masa angkutan Nataru, KAI fokus menjaga aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan.
"Kami terus melakukan evaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga, meskipun terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan,"ujarnya.

















