Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional

- Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Prabowo membahas dua isu utama dalam pertemuan dengan tokoh nasional, yaitu keikutsertaan Indonesia di Board of Peace dan kebijakan tarif perdagangan dengan Amerika Serikat.
- Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace sebagai langkah memperkuat diplomasi dan mendorong dialog global demi terciptanya perdamaian dunia yang lebih konstruktif.
- Jokowi menyebut sekitar 1.800 komoditas ekspor RI ke AS mendapat tarif nol persen, membuat surplus perdagangan mencapai USD 18 miliar dan membuka peluang peningkatan ekspor lebih besar.
Surakarta, IDN Times - Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo mengungkapkan sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, hingga ketua umum partai politik.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo disebut memaparkan dua isu besar yang berkaitan dengan posisi Indonesia di kancah global, yakni terkait Board of Peace (BoP) dan kebijakan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
1. Indonesia Bergabung dalam Board of Peace.

Jokowi mengatakan, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace. Menurutnya, forum tersebut dinilai penting sebagai ruang dialog untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Ia menyebut kehadiran Indonesia di forum tersebut diharapkan dapat memperkuat peran diplomasi negara dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pihak di tingkat global.
“Presiden menyampaikan bahwa penting bagi Indonesia untuk berada di forum tersebut agar dapat membangun dialog yang baik demi menciptakan perdamaian dunia,” kata Jokowi.
2. Banyak Komoditas Ekspor RI ke AS Bertarif Nol Persen.

Selain isu geopolitik, Prabowo juga memaparkan soal kebijakan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menurut Jokowi, terdapat sekitar 1.800 jenis komoditas dari Indonesia yang mendapat fasilitas tarif impor sebesar nol persen di pasar Amerika Serikat. Informasi ini, kata dia, belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.
"Yang kedua mengenai tarif, beliau juga jelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu adalah yang nol persen karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif nol persen. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat," jelasnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, peluang ekspor Indonesia ke Amerika dinilai masih sangat terbuka dan bisa terus ditingkatkan.
3. Surplus Perdagangan RI-AS Capai USD 18 Miliar.

Jokowi juga menyinggung neraca perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang saat ini masih menunjukkan surplus bagi Indonesia.
Ia memperkirakan nilai surplus perdagangan tersebut mencapai sekitar 18 miliar dolar AS. Angka tersebut dinilai cukup besar dan masih memiliki potensi untuk terus ditingkatkan di masa mendatang.
"Kemudian pentingnya tarif bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus seingat saya kurang lebih USD 18 billion. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya," pungkasnya.
Menurutnya, kebijakan tarif yang berlaku saat ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan nilai surplus perdagangan dengan Amerika Serikat.

















