Semarang, IDN Times - Makam siswa SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO, korban penembakan Aipda RZ akan dibongkar Polda Jawa Tengah. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Makam GRO Korban Penembakan Aipda RZ Bakal Dibongkar Polda Jateng

1. Ekshumasi sudah disetujui keluarga korban
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, pihaknya akan melakukan proses ekshumasi (bongkar makam) untuk mengetahui penyebab kematian korban GRO.
"Insha Allah akan kita lakukan ekshumasi, gali kubur. Kita ingin mengetahui penyebab kematian korban," ujarnya di halaman Mapolda Jateng, Kamis (28/11/2024).
Rencana yang akan dilakukan Polda Jateng itu sudah disetujui oleh keluarga korban. Namun, untuk waktu pelaksanaan ekshumasi itu masih menunggu informasi dari Bid Dokkes Polda Jateng.
2. Aipda RZ tidak berikan tembakan peringatan
"Direncanakan, lagi diproses, kita melihat kecepatan dari dokkes," ungkapnya.
Sementara, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, Aipda RZ tidak memberikan tembakan peringatan.
"Tidak ada (tembakan peringatan)," ujarnya.
Artanto menjelaskan, dua tembakan yang diletuskan Aipda RZ langsung mengarah ke GRO dan dua temannya.
"Tembakan itu mengarah ke korban atau pelaku tawuran tersebut," terangnya.
3. Tidak ada penjelasan soal Aipda RZ terancam
Meski demikian, Artanto tidak memberikan keterangan secara detail apakah Aipda RZ dalam kondisi terancam saat melakukan penembakan. Namun, memang ada SOP yang harus dipatuhi polisi terkait penggunaan senjata api.
"Jadi kita menyebut yang bersangkutan melakukan tindakan eksesif atau tindakan berlebihan, dimana saat dia menggunakan alat kepolisian khusus seperti senjata api, pistol dan sebagainya harus sesuai SOP atau standar yang ada. Jadi, excessive action artinya dia tidak perlu sebenarnya melakukan tembakan itu terhadap orang yang tawuran kreak tersebut. Itu nanti dari hasil penyelidikan yang menentukan," jelasnya.