Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Makan Siang Bergizi di Semarang, Siswa Tak Selalu Konsumsi Nasi

Makan Siang Bergizi di Semarang, Siswa Tak Selalu Konsumsi Nasi
Simulasi program makan siang bergizi gratis di SMP Negeri 21 Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Intinya Sih
  • Pemkot Semarang bersama PPJI menggelar simulasi makan siang bergizi di puluhan sekolah SD dan SMP.
  • Wali Kota Semarang menekankan pentingnya ketersediaan bahan baku untuk program makan siang bergizi, sedang menyiapkan persediaan bahan baku.
  • Pemerintah mengupayakan pertanian terpadu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku seperti daging, sayur, buah, ikan, telur, dan mendorong konsumsi beras analog sebagai pendamping nasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Simulasi makan siang bergizi di puluhan sekolah SD dan SMP di Kota Semarang terus berlanjut. Pada kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Semarang dengan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang itu menggagas bahan baku yang digunakan untuk membuat makanan.

1. Makan siang bergizi butuh bahan baku banyak

Simulasi program makan siang bergizi gratis di SMP Negeri 21 Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Simulasi program makan siang bergizi gratis di SMP Negeri 21 Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, ketersediaan bahan baku untuk program makan siang bergizi ini penting. Maka, pihaknya sedang menyiapkan persediaan bahan baku.

"Kita tahu kalau nanti semua daerah melakukan program makan siang bergizi, pasti kebutuhan bahan-bahan baku akan banyak. Sehingga, dari Pemkot Semarang sedang berupaya berkolaborasi untuk bagaimana ketersediaan bahan-bahan baku ini ada di Kota Semarang," ungkapnya, Rabu (9/10/2024).

2. Tidak semua bahan baku bisa terpenuhi mandiri

ilustrasi beras (pexels.com/ Vie Studio)
ilustrasi beras (pexels.com/ Vie Studio)

Untuk diketahui, tidak semua bahan baku secara mandiri bisa terpenuhi di Kota Semarang, seperti beras. Namun, pemerintah mengupayakan untuk melakukan pertanian terpadu. Dengan demikian, bisa memenuhi kebutuhan seperti daging, sayur, buah, ikan dan telur.

"Kami juga mencoba mendorong anak-anak untuk bisa makan pendamping beras. Misalnya makan pagi tidak pakai nasi, namun bisa mengkonsumsi beras analog, seperti jagung, mokaf, ketela dan singkong yang dijadikan porang, sehingga tetap terpenuhi gizinya, utamanya karbohidrat," tutur perempuan yang akrab disapa Ita.

3. Pemkot Semarang siap implementasikan program makan siang bergizi

Simulasi program makan siang bergizi gratis di SMP Negeri 21 Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Simulasi program makan siang bergizi gratis di SMP Negeri 21 Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Selanjutnya, Pemkot Semarang masih menunggu arahan-arahan dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan program makan siang bergizi. Kendati demikian, melalui simulasi ini Pemkot Semarang ingin menunjukkan bahwa siap mengimplementasikan makan bergizi sesuai program Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Simulasi ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kelancaran program makan siang bergizi, tetapi juga untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk siswa, dan guru. Saran-saran tersebut nantinya akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan program ke depannya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More