Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Masuk Libur Panjang Sekolah, Penumpang Kapal DLU Meningkat 10-15 Persen

Masuk Libur Panjang Sekolah, Penumpang Kapal DLU Meningkat 10-15 Persen
Ilustrasi kapal DLU di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • Penumpang kapal DLU naik 10-15% karena libur Natal dan sekolah
  • DLU mengoperasikan empat kapal dengan peningkatan penumpang hingga 550 orang
  • Kapal DLU telah menjalani ramcek uji petik oleh Dirjen Perkapalan Kemenhub dan KSOP Semarang
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Penumpang kapal Dharma Lautan Utama (DLU) mengalami peningkatan berkisar 10-15 persen menyusul adanya perayaan Natal yang berbarengan dengan momen libur panjang sekolah. 

Bertambahnya penumpang kapal DLU terasa dari keberangkatan Pelabuhan Pontianak Kalbar dan Pelabuhan Kumai Kalteng menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

"Kondisi saat ini ada peningkatan arus mudik dari Kalimantan ke Jawa untuk jalur lintas tertentu. Terutama untuk Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Pontianak kira-kira sekitar 10-15 persen. Itu terjadi dari rata-rata penumpang saat kondisi normal," kata Kepala Perwakilan DLU Semarang, Herman Fajar saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (20/12/2024). 

1. Peningkatan penumpang kapal dipengaruhi momen libur sekolah

Aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).
Aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).

Lebih lanjut, Herman berkata naiknya jumlah penumpang kapal memang menguntungkan. Apalagi saat perayaan Natal tahun baru juga bertepatan dengan libur panjang sekolah. Ia memperkirakan adanya situasi tersebut yang mempengaruhi lonjakan penumpang kapal DLU jelang akhir tahun ini. 

"Mungkin itu yang juga menunjang peningkatan angkutan penumpang. Kalau yang dari bidang perkebunan para pekerjanya juga banyak kembali ke Jawa tapi yang saat ini belum terlihat pergerakannya," tambahnya.

2. Penumpang kapal meningkat kisaran 500--550 orang

Ilustrasi kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Poumako, Timika, Papua Tengah. (IDN Times/Endy Langobelen)
Ilustrasi kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Poumako, Timika, Papua Tengah. (IDN Times/Endy Langobelen)

DLU, katanya saat momen Natal dan liburan tahun baru mengoperasikan empat kapal. Keempatnya yaitu KM Dharma Rucitra XI untuk rute Semarang-Pontianak PP berkapasitas 600 orang, KM Dharma Kartika VII rute Semarang-Pontianak PP dengan kapasitas 880 orang, KM Dharma Ferry II rute Semarang-Ketapang PP berkapasitas 600 orang dan terakhir adalah KM Kirana III rute Semarang-Sampit dan Semarang-Kumai PP. 

"Jadi kalau rata-rata biasanya penumpang kita cuma 400 orang. Tetapi pas akhir tahun ini bertambah jadi 500--550 orang. Cuman kondisinya memang masih dibawah daya angkut kapal kita. Maka pelanggan tidak akan kesulitan mendapatkan tiket," ungkapnya.

3. DLU lakukan ramcek pada empat kapal

Penumpang KM Dharma Rucitra 8 rute Surabaya-Lombok saat turun dari kapal di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Penumpang KM Dharma Rucitra 8 rute Surabaya-Lombok saat turun dari kapal di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Tak cuma itu saja, pergerakan penumpang kapal terjadi mulai 18 Desember kemarin dan di hari ini KM Dharma Rucitra dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas rute Kumai-Semarang dengan penumpang 550 orang. "Kemudian kapal dari Pontianak siang ini juga sandar jam 1 siang penumpangnya 550 orang," tambahnya. 

Selain itu, keempat kapal tersebut juga telah menjalani ramcek alias uji petik yang dikerjakan Dirjen Perkapalan Kemenhub dan KSOP Semarang. 

Pengecekan juga menyeluruh. Mulai kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan fasilitas kapal dan sejenisnya. 

Kendati begitu, ia mengimbau penumpang kapal untuk memperhatikan patokan informasi cuaca dari BMKG. 

"Kita juga ada posko pelayanan untuk memantau perkembangan cuaca di perairan Singapura dan BMKG yang dipadukan dengan kenyataan di perairan utara Jawa," pungkasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More