Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)
Berdasarkan hasil surveilans aktif maupun pasif, Dinkes menyebut situasi di lapangan sudah mulai terkendali.
Hingga Sabtu, tidak ditemukan laporan baru terkait siswa maupun guru yang mengalami gejala serupa dari pihak sekolah.
Perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa penanganan medis dan pemantauan kesehatan yang dilakukan sejak Jumat (31/7/2026) berjalan efektif.
Dinkes memastikan seluruh korban yang menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit memperoleh layanan kesehatan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan demikian, proses pengobatan tetap berjalan tanpa kendala dari sisi pembiayaan.
“Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Hakam.