Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendikdasmen Punya Program Wajib Belajar 13 Tahun dan Pengembangan Talenta
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan pemahaman mengenai pentingnya melaksanakan program prioritas Kemendikdasmen yang selaras dengan Asta Cita. (IDN Times/Dok Puspen Kemendagri)

Magelang, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan, pendidikan dasar dan menengah menjadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapainya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusung visi pendidikan bermutu untuk semua.

Hal tersebut dinilai juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

“Asta Cita yang keempat yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujar Mu’ti saat memberikan materi pada Retret di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (25/2/2025).

 

 

1. Abdul Mu'ti beberkan program prioritasnya

Paparan Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat pelaksanaan retret di tenda utama Akmil Magelang. (IDN Times/Dok Puspen Kemendagri)

Dia mengatakan, untuk mengimplementasikan Asta Cita, pihaknya telah menginisiasi sejumlah program prioritas.

Ini seperti wajib belajar 13 tahun, peningkatan kualifikasi kompetensi dan kesejahteraan guru, strategi untuk menerapkan pembelajaran mendalam, pengembangan talenta dan prestasi, serta pemenuhan perbaikan sarana-prasarana sekolah. Dirinya mengupayakan agar ke depan berbagai kebijakan tersebut dapat direalisasikan dengan baik dan optimal.

Di sisi lain, Asta Cita juga diwujudkan melalui sektor kedaulatan infrastruktur digital.

2. Teknologi jadi pondasi utama kemandirian bangsa

Mentan Andi Amran Sulaiman, Mendikdasmen Abdul, Menkomdigi Mutia Hafid dan Menteri Kependudukan dan BKKBN WIhaji duduk berjejer saat jadi pembicara kunci dalam pelaksanaan retret di Akmil Magelang. (IDN Times/Dok Puspen Kemendagri)

Dalam konteks ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan, teknologi menjadi fondasi utama bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa. Menurutnya, suatu negara yang menguasai teknologi dan mampu menciptakan inovasi akan memiliki kendali terhadap masa depan.

Ia menilai, di Indonesia prinsip transformasi digital yang dianut adalah inklusif atau dengan kata lain tidak ada satu pun pihak yang tertinggal.

“Karena itu, tentu salah satu yang menjadi PR di kementerian kami adalah terus membangun infrastruktur di daerah yang saat ini mungkin belum terjangkau internet, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” imbuhnya.

3. Menkomdigi ungkap transformasi digital juga tugas kepala daerah

ilustrasi Artificial Intelligence (pixabay.com/tungnguyen0905)

Di samping itu, Meutya menekankan, selain aspek infrastruktur digital, aspek sumber daya manusia (SDM) juga penting dalam pemanfaatan teknologi digital. Aspek tersebut dianggap penting lantaran saat ini kemajuan artificial intelligence (AI) telah memengaruhi sendi-sendi masyarakat, termasuk geopolitik dunia. Bahkan, sejumlah negara telah memanfaatkan keberadaan AI untuk menguasai dunia.

“Karena perlu kita pahami bahwa transformasi digital bukan hanya tugas pemerintah pusat, namun juga tanggung jawab kita bersama termasuk kepala daerah,” tandas Meutya.

Editorial Team

Related Article