Semarang, IDN Times - Pelataran aula SMPN 17 Semarang selama empat hari terakhir kelihatan ramai ketimbang hari biasanya. Tepatnya tanggal 11,12,15 dan 17 Juni 2026 kemarin, para siswa SMPN 17 sedang belajar mengenal resiko bencana kebakaran di area sekolahan yang ada di Jangli tersebut.
Pihak SMPN 17 bersama PLN Indonesia Power UBP Semarang berkolaborasi melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Selama pelatihan mereka juga melibatkan Puskesmas Kedungmundu sebagai tim media.
Kegiatan SPAB merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Yustina Kusumawati mengaku dengan program SPAB, maka menjadi bagian proses pembelajaran yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Termasuk lingkungan sekolah, dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
"SPAB bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk memahami risiko bencana dan langkah-langkah mitigasinya. Melalui duta-duta siaga bencana, kami berharap budaya keselamatan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah," ujar Yustina dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (20/7/2016).
Seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, dan unsur pendukung pun dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
Melalui dukungan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan aspek keselamatan dan ketangguhan masyarakat yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan meliputi identifikasi dan pemetaan risiko bencana sekolah, pembentukan tim siaga bencana, penyusunan prosedur evakuasi, pemasangan rambu-rambu keselamatan, edukasi kebencanaan, hingga simulasi evakuasi dan praktik pemadaman kebakaran.
Menurutnya, edukasi mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini melalui pembentukan duta-duta siaga bencana yang mampu menjadi agen perubahan.
