Menunggak Bayar, 407 Sekolah Swasta di Semarang Tahan Ijazah Siswa

- 407 sekolah swasta di Semarang menahan 10.332 lembar ijazah siswa karena tunggakan pembayaran
- Wali Kota Semarang mendorong sekolah untuk serahkan ijazah tanpa meminta pembayaran, 37 sekolah sudah ikut deklarasi
- 99% siswa tidak bisa mengambil ijazah karena keluarga kurang mampu, Pemkot berupaya mempermudah akses pendidikan
1. Sudah 37 sekolah serahkan ijazah ke siswa

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendorong sekolah-sekolah swasta di Kota Semarang untuk bisa menyerahkan ijazah peserta didik yang masih tertahan karena belum bisa menyelesaikan tunggakan pembayaran sekolah.
‘’Selain itu, kami juga menggelar acara deklarasi penyerahan ijazah yang belum diambil di sekolah swasta. Dari 407 sekolah swasta yang masih menahan ijazah siswanya itu, 37 sekolah mulai jenjang TK, SD hingga SMP turut dalam deklarasi dan menyerahkan ijazah tanpa meminta pembayaran tunggakan,’’ katanya, Minggu (20/4/2025).
Menurut dia, upaya itu merupakan komitmen luar biasa dari sekolah swasta yang membantu pemerintah dan mendukung program 100 hari Agustina - Iswar. Sebab, penyerahan ijazah yang tertunda itu, salah satu cara memberikan akses pendidikan kepada generasi bangsa.
2. Siswa yang menunggak dari keluarga tidak mampu

“Yang 37 sekolah ini menyatakan tidak perlu pemerintah memberikan pembayaran kepada sekolah swasta jadi mereka menyerahkan begitu saja. Sedangkan, yang belum menyerahkan ijazah mungkin karena jumlahnya besar nanti akan dikomunikasikan oleh teman-teman Disdik,” terangnya.
Sementara, Agustina meyakini, 99 persen peserta didik yang tidak bisa mengambil ijazah karena adanya tunggakan adalah berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak ada uang untuk membayar biaya sekolah.
Sehingga ia berharap, sekolah swasta bisa memahami hal tersebut dan memberikan ijazah agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah.
“Karena mayoritas 99 persen yang tidak bisa membayar itu adalah dari keluarga yang kurang mampu. Satu persennya mungkin anak yang sudah dikasih uang buat membayar tapi malah tidak dibayarkan,” ungkapnya.
3. Pemkot berupaya permudah akses pendidikan

Pemkot berupaya akan mempermudah akses pendidikan di Kota Semarang agar tidak ada lagi anak putus sekolah.
“Anak-anak jangan sampai ada pikiran ijazah ditinggal karena tidak mampu lalu tidak melanjutkan sekolah. Semua harus bisa sekolah,” tegasnya.
Dirinya juga mengapresiasi para pemilik yayasan sekolah swasta yang telah dengan ikhlas memberikan ijazah tanpa meminta kompensasi kepada para peserta didik.
“Sebagian besar adalah sekolah yang ada di PGRI, karena mungkin basis pemiliknya adalah para guru jadi saya kira akan menyenangkan bagi anak-anak ketika mereka bisa menerima ijazah mereka,” imbuhnya.



















