Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Minimalisir Genangan Air, Drainase di Simpang Lima Semarang Dibenahi

Minimalisir Genangan Air, Drainase di Simpang Lima Semarang Dibenahi
Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar. (dok. Pemkot Semarang)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di Simpang Lima dengan membersihkan saluran dan menambah pipa buang agar air hujan cepat mengalir tanpa menimbulkan genangan.
  • Program ini merupakan kelanjutan pengendalian genangan yang bertujuan menjaga kenyamanan warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memastikan kawasan tetap aman saat curah hujan tinggi.
  • Pemkot akan memantau dan merawat drainase secara rutin sambil mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga kebersihan saluran demi lingkungan kota yang nyaman dan bebas genangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar. Upaya ini untuk memastikan warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, termasuk saat musim hujan. 

1. Tingkatkan kapasitas saluran air

drainase, saluran air, simpang lima
Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar. (dok. Pemkot Semarang)

Penataan drainase di kawasan pusat kota tersebut diintensifkan untuk menjaga Simpang Lima tetap menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berolahraga, berwisata, maupun menjalankan usaha di kawasan tersebut.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), berbagai pekerjaan teknis dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran air. Langkah yang saat ini dikerjakan antara lain pembersihan saluran gendong di sekeliling Simpang Lima dari sedimentasi, sampah, dan material lain yang dapat menghambat aliran air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, bahwa normalisasi saluran dilakukan agar air hujan dapat mengalir lebih cepat dan tidak menumpuk di kawasan pusat kota.

‘’Selain pembersihan saluran, kami juga menambah pipa buang yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pembuangan air saat terjadi hujan deras sehingga risiko genangan dapat ditekan,’’ katanya, Jumat (19/6/2026).

2. Kelanjutan program penanganan genangan

drainase, saluran air, simpang lima
Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar. (dok. Pemkot Semarang)

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program pengendalian genangan yang telah dilakukan Pemkot Semarang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kapasitas drainase yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati kawasan Simpang Lima dengan lebih nyaman tanpa terganggu genangan yang berpotensi muncul saat curah hujan tinggi.

Sementara, Agustina menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan. Karena itu, penataan drainase terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kota yang semakin nyaman dan tangguh menghadapi perubahan cuaca," ujarnya.

3. Sistem drainase akan dipantau

drainase, saluran air
Ilustrasi drainase atau saluran air di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Menurut wali kota, Simpang Lima merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah Kota Semarang. Karena itu, kualitas infrastruktur kawasan tersebut harus terus dijaga agar mampu mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota.

Ke depan, Pemkot Semarang akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin pada sistem drainase di berbagai titik rawan genangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat.

Agustina juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan warga.

Melalui penguatan infrastruktur dan partisipasi masyarakat, Pemkot Semarang optimistis kawasan Simpang Lima akan semakin siap menghadapi musim hujan, sehingga warga dapat terus beraktivitas dengan nyaman dan perekonomian kota tetap bergerak tanpa hambatan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More