Banyumas, IDN Times - Ditengah meningkatnya rivalitas geopolitik global, Mubarok Institute melihat Indonesia berada pada posisi strategis untuk memainkan peran sebagai jembatan global atau global bridge. Peran ini dinilai penting agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menentukan arah kebijakan dunia.
Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok atau Gus Fadhil, kepada IDN Times, Selasa (17/3/2026) menegaskan bahwa konsep kedaulatan negara saat ini telah bergeser. Menurutnya, negara tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan isolasi, melainkan harus aktif terlibat dalam sistem global.
"Menjadi kekuatan alternatif bukan berarti keluar dari sistem. Indonesia justru harus menjadi pemain besar yang suaranya diperhitungkan dalam setiap keputusan global,"ujar Gus Fadhil dalam diskusi sehari sebelumnya di Jakarta yang juga dihadiri Sekjen Herry Purnomo serta praktisi industri, Rauf Purnama.
