Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Musim Kemarau, 5 Taman Kota Semarang Kini Disiram Otomatis
Ilustrasi taman di Kota Semarang disiram secara otomatis. (dok. Pemkot Semarang)
  • Pemkot Semarang menerapkan penyiraman otomatis berbasis timer untuk menjaga taman tetap hijau selama kemarau dan mengurangi ketergantungan pada mobil tangki.
  • Sistem ini telah beroperasi di lima taman, sementara instalasi dilakukan di Taman Kalibanteng, Madukoro, dan Parikesit pada 2026.
  • Penyiraman otomatis menjadi bagian konsep Smart Park, tetapi tetap memerlukan sumber air, pompa, jaringan berfungsi, serta partisipasi warga menjaga taman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Instalasi sistem penyiraman otomatis dilakukan di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.

kini

Sistem penyiraman otomatis berbasis timer telah beroperasi penuh di lima taman kota Semarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Kota Semarang mengoperasikan sistem penyiraman otomatis berbasis timer di lima taman kota untuk menjaga tanaman selama musim kemarau dan mengurangi ketergantungan pada mobil tangki.
  • Who?
    Disperkim Kota Semarang menjalankan sistem ini. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Kepala Disperkim Murni Ediati menyampaikan pengembangan serta penerapannya.
  • Where?
    Sistem beroperasi di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo, Kota Semarang.
  • When?
    Lima taman saat ini sudah beroperasi penuh dengan sistem otomatis. Pada 2026, instalasi juga sedang dilakukan di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.
  • Why?
    Kebutuhan air tanaman meningkat saat kemarau, sementara penyiraman dengan armada tangki menghadapi kendala mobilitas dan harus dilakukan rutin.
  • How?
    Timer mengatur jadwal dan durasi penyiraman sesuai kebutuhan taman. Disperkim akan memperluas sistem secara bertahap, dengan tetap memastikan sumber air, pompa, jaringan, dan perangkat pendukung berfungsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, lima taman sekarang disiram sendiri dengan alat yang punya jam. Ini karena musim kemarau membuat tanaman butuh banyak air. Taman itu ada di Simpang Lima, Tugu Muda, Diponegoro, Citra Satwa, dan Imam Barjo. Pemerintah juga sedang memasang alat itu di tiga taman lain. Warga diminta ikut menjaga taman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan penyiraman otomatis di taman-taman Semarang menunjukkan pemanfaatan teknologi yang diarahkan pada kebutuhan nyata selama musim kemarau. Jadwal penyiraman yang lebih teratur membantu tanaman memperoleh air tepat waktu, sekaligus mengurangi kendala mobilitas armada tangki. Langkah bertahap ini mendukung ruang terbuka hijau agar tetap terawat dan nyaman digunakan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Musim kemarau mendorong Pemerintah Kota Semarang mencari cara agar taman kota tidak sekadar tetap hijau, tetapi juga bisa dirawat lebih efisien. Salah satunya dengan mengurangi ketergantungan pada penyiraman menggunakan mobil tangki.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang kini menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis timer di sejumlah taman aktif. Sistem tersebut memungkinkan tanaman mendapatkan air berdasarkan jadwal dan durasi yang telah ditentukan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, teknologi tersebut diperlukan karena kebutuhan air tanaman meningkat selama kemarau, sementara penyiraman menggunakan armada tangki memiliki kendala mobilitas.

“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” ungkapnya, Jumat (21/8/2026).

1. Lima taman sudah pakai sistem otomatis

Pemerintah Kota Semarang meresmikan Taman Abdulrahman Saleh di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (7/1/2026). (Dok. Pemkot Semarang)

Untuk diketahui, sistem penyiraman otomatis saat ini sudah beroperasi penuh di lima taman. Kelima taman tersebut, yakni Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo.

Sementara pada 2026, instalasi sistem serupa tengah dilakukan di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.

“Dengan sistem timer, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal. Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” terang Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati.

Menurut perempuan yang akrab disapa Pipie itu, penerapan sistem tersebut akan dilakukan bertahap di seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif.

2. Bukan sekadar ganti cara menyiram

Ilustrasi taman di Kota Semarang disiram secara otomatis. (dok. Pemkot Semarang)

Penerapan sistem otomatis menjadi bagian dari modernisasi pemeliharaan ruang terbuka hijau Kota Semarang. Selama ini, penyiraman taman masih menghadapi persoalan seperti keterbatasan mobilitas armada tangki dan kebutuhan penyiraman yang harus dilakukan secara rutin.

Dengan timer, waktu penyiraman dapat ditentukan sesuai kebutuhan masing-masing taman sehingga prosesnya lebih terjadwal.

Namun, sistem tersebut bukan berarti membuat perawatan taman sepenuhnya berjalan otomatis. Ketersediaan sumber air, pompa, jaringan penyiraman, hingga perangkat pendukung tetap harus dipastikan berfungsi.

Disperkim pun menargetkan perluasan sistem tersebut secara bertahap agar semakin banyak taman aktif yang tidak bergantung sepenuhnya pada penyiraman manual.

3. Masuk konsep smart park Semarang

Ilustrasi taman di Kota Semarang disiram secara otomatis. (dok. Pemkot Semarang)

Selanjutnya, Agustina menyampaikan, inovasi penyiraman otomatis tersebut sebagai bagian dari konsep Smart Park dalam pengembangan Smart City Kota Semarang.

Menurutnya, teknologi di ruang publik seharusnya tidak berhenti sebagai simbol modernisasi, tetapi menjawab persoalan konkret yang muncul di lapangan.

“Pemanfaatan teknologi harus menjawab kebutuhan di lapangan. Taman kota harus tetap terawat dan nyaman digunakan masyarakat, sekalipun kita menghadapi musim kemarau,” katanya.

Pada sisi lain, keberadaan sistem otomatis tidak menghilangkan peran masyarakat dalam menjaga taman. Pemerintah tetap membutuhkan partisipasi warga agar fasilitas publik tidak rusak dan ruang terbuka hijau tetap bisa dimanfaatkan bersama.

“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkas Agustina.

Curated For You

Editorial Team

Related Article