Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Normalisasi 8 Sungai Di Jateng, BBWS klaim Bisa Cegah Banjir

Normalisasi 8 Sungai Di Jateng, BBWS klaim Bisa Cegah Banjir
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebanyak delapan sungai besar di 13 kabupaten/kota Jawa Tengah dinormalisasi pada akhir tahun ini. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana menyatakan proses normalisasi dikerjakan mulai dari aliran sungai di Semarang, Sungai Sayung, Jepara dan Sungai Juwana.

1. Normalisasi 8 sungai untuk cegah banjir di Semarang dan Demak

default-image.png
Default Image IDN

Kepala BBWS Pemali Juwana, Adek Rizal mengatakan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi sekaligus memperbaiki tanggul sungai yang retak atau rawan jebol. "Setidaknya upaya normalisasi bisa menangani banjir dan rob sejumlah daerah seperti Kota Semarang hingga Demak," ujarnya, Kamis (28/10/2021).

2. Ribuan bronjong disiapkan untuk cegah tanggul sungai jebol

Kali Pesanggrahan di Jakarta Barat (IDN Times/Anata)
Kali Pesanggrahan di Jakarta Barat (IDN Times/Anata)

Untuk proses pengendalian banjir, pihaknya menyatakan telah menyiapkan kawat bronjong 3.600 unit, karung kapur 22 ribu dan 3.700 bio bag sebagai antisipasi longsor tanggul jebol. 

"Setiap tahun itu kejadian banjir selalu bertambah titiknya, belum termasuk musim hujan di akhir tahun ini," imbuhnya. 

Ia bilang normalisasi sungai dilakukan dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Jepara guna menanggulangi musibah banjir dan rob selama musim penghujan. 

Pihaknya mencatat dari tiga tahun terakhir selalu meningkat. Masing-masing pada 2019 silam melanda 11 titik, pada 2020 melanda 59 titik, kemudian di tahun 2021 mulai Januari sampai akhir musim tahun ini telah muncul di 106 titik.

3. BPBD petakan area rawan banjir di Pantura Jateng

Ilustrasi banjir (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Mardya Shakti)

Sedangkan, Plt Kepala BPBD Jateng, M Syafruddin menyampaikan saat ini telah memetakan daerah rawan banjir di Jawa Tengah. 

Sementara ini, kerawanan banjir berada di wilayah dengan kontur tanah yang rendah. "Beberapa wilayah Pantura seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan, Brebes masuk area rawan banjir. Sehingga upaya penanggulangannya perlu dilakukan sejak dini. Kita telah menyiapkan antisipasi-antisipasinya di lapangan," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews