Suasana pemungutan suara pemilu 2024 di TPS 033 Krajankulon, Kaliwungu, Kab. Kendal. (IDN Times/Dian Septi Arthasalina)
Aku sepakat dengan orang-orang yang mengatakan bahwa Pemilu 2024 ini adalah pemilu yang paling seru. Informasi tentang capres dan cawapres, aturan pelaksanaan pemilu, dan segala rupa tetek bengeknya tersaji di media sosial. Semua pengguna media sosial bisa mengakses dan mencari tahu apa yang ingin dia tahu, begitu juga yang terjadi padaku.
Keseruan Pemilu 2024 terlihat jelas di lingkungan tempat tinggalku. Aku terdaftar sebagai pemilih di TPS 033 Desa Krajankulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal. TPS dibuka sejak pukul 7 pagi, namun saat itu Kaliwungu diguyur hujan deras hingga pukul 10 pagi. Kukira orang-orang jadi malas ke TPS dan memilih menikmati hari libur di rumah dalam balutan cuaca dingin.
Ternyata, aku salah. Begitu hujan agak mereda sekira pukul 10 pagi, aku berboncengan dengan suami dan anak menuju TPS. Rupanya di sana sangat ramai, sampai-sampai kekurangan kursi yang disediakan untuk menunggu giliran. Kebetulan, TPS tempatku mencoblos bertempat di pelataran musala. Para warga yang tidak kebagian kursi bisa lesehan di teras musala.
Hampir semua orang yang kutemui mengucapkan kalimat yang sama sembari bertegur sapa, "Udane awet yo, selak arep nyoblos." (Artinya: "Hujannya awet ya, keburu ingin nyoblos.")
Antusiasme para tetangga tidak hanya terdengar dari ucapan, tapi kulihat sebagian besar dari mereka juga berdandan rapi. Barangkali mereka benar-benar berdandan sejak pagi sekali, tapi apa daya terhalang hujan deras yang mendadak turun.
Sebenarnya, aku pun melakukan hal serupa, kuhabiskan waktu cukup lama di depan lemari baju sambil termenung. Pakai baju apa, ya biar terkesan netral tidak memihak ke paslon mana pun?