Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ombak 4 Meter Melanda Rembang, Karimunjawa dan Laut Jawa saat Tahun Baru

Ombak 4 Meter Melanda Rembang, Karimunjawa dan Laut Jawa saat Tahun Baru
Unsplash.com
Share Article

Semarang, IDN Times - Stasiun BMKG Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memperkirakan gelombang laut akan mengalami peningkatan sampai 4 meter saat menjelang pergantian malam tahun baru 2022. 

1. Rembang sampai Laut Jawa dilanda ombak tinggi sampai tanggal 31 Desember

Perahu nelayan tenggelam di hantam ombak. Dok Istimewa
Perahu nelayan tenggelam di hantam ombak. Dok Istimewa

Kepala Stasiun BMKG Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Retno Widyaningsih mengungkapkan peningkatan gelombang laut akan terjadi tiga hari berturut-turut tanggal 29 Desember, 30 Desember dan 31 Desember 2022.

"Perkembangan cuaca di hari ini masih ada ombak wilayah perairan pesisir dengan ketinggian 1,25 meter sampai 2,5 meter. Lalu yang area lautan bagian tengah ombaknya 4 meter. Tapi kalau pas malam harinya ketinggiannya masih bisa bertambah. Dan saat tanggal 29, 30 dan 31 Desember berpotensi naik lagi bisa sampai 4 meter. Khususnya di perairan Rembang, perairan Karimunjawa, perairan Kalimantan Tengah bagian selatan serta Laut Jawa," kata Retno kepada IDN Times, Selasa (27/12/2022).

2. Air pasang akan meningkat nanti malam

Ilustrasi banjir (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Ilustrasi banjir (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Retno menjelaskan bertambahnya ketinggian gelombang laut juga dibarengi dengan peningkatan air pasang di kawasan pesisir utara. 

Pihaknya kini sudah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi air pasang yang bakal melanda pesisir utara Jateng mulai nanti malam. 

"Tanggal 27 Desember 2022 ini untuk jam 23.00 WIB sampai jam 03.00 WIB ada peningkatan air pasang. Dan nanti informasinya akan kita perbaharui lagi. Kita akan update setiap hari," tutur Retno. 

3. BMKG Maritim Tanjung Emas beberkan penyebab kenaikan air pasang

Seorang petugas teknik Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengecek keandalan alat pemantau cuaca di wilayah perairan Laut Jawa. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Seorang petugas teknik Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengecek keandalan alat pemantau cuaca di wilayah perairan Laut Jawa. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Meningkatnya air pasang, katanya dipengaruhi adanya potensi hujan yang masih sangat tinggi. Kemudian juga bersamaan dengan munculnya konvergensi angin yang ada di Laut Jawa ditambah lagi adanya fase pasang air laut yang mencapai titik tertinggi di akhir tahun ini. 

Jika mengacu pada informasi cuaca dari BMKG pusat, katanya makan fase kenaikan air pasang akan terjadi di utara Jawa Tengah sampai tanggal 8 Januari 2023 mendatang. 

"Fase robnya sampai tanggal 8 Januari sesuai info dari BMKG pusat. Ketinggian robnya diprediksi bisa 1,1 meter di titik pantau Pushidros. Atau kalau perkiraan kita setinggi 182 sentimeter. Akan ada kenaikan setengah meter atau bisa lebih. Makanya, kita langsung keluarkan peringatan dini kewaspadaan banjir rob karena ada potensi hujannya masih tinggi dan ada konvergensi angin di Laut Jawa. Serta fase pasang yang tinggi sehingga bisa meningkatkan gelombang air pasang ke daratan," jelasnya. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Dugaan Pencabulan Santriwati di Pekalongan, 6 Korban Diperiksa!

27 Mei 2026, 22:29 WIBNews