Semarang, IDN Times - Sejumlah narapidana Lapas Terbuka Kelas II B Nusakambangan rupanya bisa memperlihatkan aksi nyata mereka untuk mendukung program ketahanan pangan yang didengungkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai bukti, tak kurang belasan narapidana Lapas Terbuka Nusakambangan yang berhasil memanen 50 kilogram kangkung sebagai bahan baku makanan di dalam lapas.
Melalui pemanfaatan lahan produktif, narapidana dibantu sipir Lapas Terbuka dan peserta magang Kemenaker melaksanakan panen kangkung di area kebun produktif dekat bangunan lapas tersebut.
Kasubsi Keamanan Lapas Terbuka Nusakambangan Anjar Wahyu Kusuma menyampaikan dengan adanya giat panen kangkung, serta periodisasi penanaman sayuran maupun buah-buahan, nantinya memberikan manfaat nyata bagi narapidana.
"Terima kasih kepada Kalapas dan Kasi Binadik Giatja atas ilmu ini, kami implementasikan demi mendukung ketahanan pangan menjadikan pemasyarakatan lebih produktif, "ungkap Anjar dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar panen. Ini adalah bagian dari siklus pertanian berkelanjutan yang memuat integrated farming dimana pupuk disediakan langsung dari kohe ayam dan bebek diolah ditempat. Mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen yang dikelola secara periodik dan berkesinambungan.
Hasil panen kangkung ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan para narapidana melalui layanan lapas sekaligus menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan bertani.
Bagi peserta magang, kegiatan ini memberikan pengalaman praktik lapangan yang berharga.
Selain itu, pihaknya mengharapkan aktivitas panen kangkung menjadi inspirasi bagi lapas lainnya dalam memaksimalkan area yang terbatas untuk tetap produktif dan berdaya guna.
Kegiatan ini, katanya dilakukan untuk mendukung program akselerasi Menteri Imipas, Agus Andrianto.
Dengan langkah konkret ini, Lapas Terbuka Nusakambangan menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas dapat berjalan selaras dengan ketahanan pangan, kemandirian, dan pemberdayaan warga binaan untuk bekal kembali ke masyarakat.
