Demak, IDN Times - Ratusan personel TNI dari unsur pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam (PRCPB) Kodim 0716/Demak bergerak mengevakuasi para korban banjir bandang di Kabupaten Demak. Para personel TNI itu disebar di area banjir paling parah di Kecamatan Gajah dan Kabupaten Karanganyar.
Pasukan Reaksi Cepat Gendong Anak-anak yang Terjebak Banjir Demak

1. Sebanyak 8.170 warga jadi korban banjir
Di lokasi kejadian ada 30 desa Kecamatan Gajah dan Kecamatan Karanganyar yang terendam banjir. Korban banjir ditotal sebanyak 8.170 warga.
Sejumlah personel memilih menggendong beberapa warga yang terisolir banjir. Seperti para lansia yang sulit berjalan, anak-anak dan emak-emak.
2. Pangdam Diponegoro perintahkan tangani keadaan darurat di Demak
Pangdam IV Diponegoro Semarang Mayjen TNI Tanyo Budi Revita berkata pihaknya hadir langsung guna memberikan dukungan moril kepada pasukannya serta memberikan bantuan.
Perintah yang ia berikan cukup tegas. Yaitu mengendalikan langsung kedaruratan sekaligus memastikan penanganan warga yang berada di tempat pengungsian dilayani sebaik-baiknya.
"Kita memberikan bantuan berupa makanan dan obat-obatan serta menyiapkan tenaga medis cadangan dari satuan kesehatan Kodam," ujar Tanyo dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times Sabtu (10/2/2024).
3. Unsur TNI bahu-membahu di lokasi banjir
Kondisi sampai hari ini ketinggian air masih menjadi kendala, tetapi tekad kuat dan semangat pasukan Kodim 0716/Demak tetap berkobar demi penyelamatan sesama.
"Tugas penanggulangan bencana banjir diselenggarakan secara terkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Demak, Polres dan para relawan. Seluruh unsur bahu-membahu di lokasi banjir," tuturnya.
Pangdam hadir di Lokasi bencana didampingi Danrem 073/Mkt Kolonel Inf Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., Aster Kasdam Kolonel Arm Tejo Widhuro, S.Sos., M.Si, Dandim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto, S.E., M.Si., M.M., beserta Forkopimda Kabupaten Demak.