Pedagang Pasar Mijen Semarang Ngaji Al-Qur'an Sambil Belajar PHBS

- Kolaborasi unik antara KUA Mijen dan Puskesmas Mijen dalam pengajian rutin dan sosialisasi PHBS bagi pedagang pasar perempuan.
- Kegiatan inklusif dengan pendekatan "jemput bola" untuk menyasar pedagang yang sibuk, serta mengubah citra pasar lewat edukasi PHBS.
- Respons positif dari pedagang, seperti pengetahuan tentang cuci tangan yang benar dan kesempatan untuk ngaji Al-Qur'an.
Semarang, IDN Times - Suasana berbeda tampak di Pasar Mijen, Kota Semarang, Senin (12/1/2026). Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli, sejumlah pedagang pasar perempuan menyempatkan diri untuk menimba ilmu agama sekaligus pengetahuan soal kesehatan.
1. Strategi jemput bola menyapa umat

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi unik antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mijen dan Puskesmas Mijen Semarang. Mereka menggelar pengajian rutin yang dipadukan dengan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi para pedagang.
Penyuluh Agama Islam KUA Mijen, Khoirun Nisa menjelaskan, kegiatan tersebut menyasar Majelis Taklim Istiqomah Pedagang Pasar Mijen. Menurutnya, pendekatan "jemput bola" atau mendatangi langsung lokasi pasar diperlukan mengingat ritme hidup pedagang yang padat.
Untuk diketahui, majelis tersebut beranggotakan 25 orang pedagang pasar Mijen.
“Kalau kita lihat para pedagang pasar ini, istilahnya nek ora dodol ora entuk duit (kalau tidak jualan tidak dapat uang). Mereka berangkat pagi, pulang sore. Sampai rumah sudah lelah dan tidak sempat ikut pengajian atau sosialisasi di lingkungan rumahnya,” katanya kepada IDN Times.
Kegiatan itu pun bersifat inklusif. Nisa mengungkapkan, meski didominasi ibu-ibu, bapak-bapak seperti juru parkir juga ikut menyimak materi melalui pengeras suara.
“Bapak-bapak sebenarnya ikut ngaji tapi sambil parkir atau riwa-riwi (mondar-mandir). Kita pakai pengeras suara, istilahnya ngaji kuping. Tandanya mereka mendengarkan, kalau ditanya mereka bisa menjawab,” cerita Nisa.
2. Ubah citra pasar lewat PHBS

Atas dasar itu, KUA Mijen berinisiatif mendatangi mereka di tengah pasar setiap hari Senin dan Kamis pukul 13.30 hingga 15.00 WIB. Adapun, materi yang diberikan tidak melulu soal mengaji Al-Qur'an, tetapi juga disisipkan ilmu terapan dengan menggandeng mitra strategis. Contohnya pembuatan eco-enzyme hingga isu kesehatan atau PHBS.
“Dalam Islam ada prinsip An-Nadhafatul Minal Iman (kebersihan sebagian dari iman). Maka realisasinya kita menggandeng Puskesmas. Ini sejalan dengan program Kemenag Asri dan Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan,” tambahnya.
Petugas Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Mijen, Agrilinda Nindy antusias dengan kerja sama lintas sektoral tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan kali pertama sosialisasi PHBS di pasar yang dilakukan dengan cara mengumpulkan pedagang secara terorganisir bersama KUA.
“Biasanya kami hanya merinci sama Dinas Kesehatan untuk keliling memantau. Baru pertama kali ini sampai dikumpulkan seperti ini dan bekerja sama dengan KUA, itu luar biasa sekali,” akunya.
3. Respons Positif dan Inklusivitas

Linda menilai edukasi tersebut urgen meningat pasar sering kali dicitrakan kurang bersih. Padahal pasar merupakan tempat interaksi aktivitas perekonomian masyarakat.
“Ini penting sekali untuk memproteksi pedagang agar menjaga kebersihan diri. Selain itu, agar makanan yang dijual tetap higienis,” jelasnya.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Sulis, seorang penjual kerupuk yang juga warga asli Mijen, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut.
“Bermanfaat sekali. Jadi saya tahu caranya cuci tangan yang benar. Alhamdulillah juga, Senin dan Kamis bisa ngaji Al-Qur'an terus,” ungkap Sulis.


















