Semarang, IDN Times - Rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Jawa Tengah 2026 yang berlangsung pada 11–17 Agustus 2026 menarik minat masyarakat untuk beralih ke transaksi pembayaran digital. Mengusung tema nasional "Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak" dan slogan daerah "Ayo Nganggo QRIS", acara garapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah itu mendorong literasi pembayaran nontunai di berbagai lapisan masyarakat.
Selama sepekan, Bank Indonesia menggelar berbagai program unggulan. Di sektor pendidikan, program "QRIS Goes to Campus" merangkul lebih dari 12.000 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 11–12 Agustus 2026 lewat aktivasi rekening perbankan, survei literasi, dan pengalaman langsung menggunakan QRIS.
Selain itu, "QRIS Goes To School" yang bersinergi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah berhasil mengedukasi 1.500 pelajar dan pengajar di SMK Negeri 1 Temanggung serta MAN Temanggung. Edukasi tersebut menjadi persiapan pembukaan rute baru Trans Jateng Magelang–Temanggung pada 2027 yang akan menerapkan pembayaran nontunai. Sosialisasi serupa juga menyasar 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial dan agen bank di Kabupaten Demak serta Kebumen.
Menyambut HUT RI ke-81, masyarakat menikmati diskon tarif umum 81 persen melalui program "Ngebis Praktis Pakai QRIS" di layanan Trans Jateng dan Trans Semarang. Program promo itu mencetak catatan positif dengan kuota lebih dari 19.000 transaksi sepanjang periode PQN.
Puncak acara berpusat pada Pesta Rakyat "QRIS Merdeka Fest 2026" di Aloon-Aloon Masjid Agung Kauman, Kota Semarang, pada 14–16 Agustus 2026. Acara yang menarik lebih dari 1.000 pengunjung menghadirkan bazaar dari 42 UMKM lokal, perlombaan kemerdekaan, hingga promo pembayaran pajak.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, memberikan apresiasi khusus kepada 30 finalis QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Jawa Tengah 2026 yang diumumkan saat penutupan acara.
"Para finalis diharapkan terus menjadi champion digitalisasi di lingkungan masing-masing dengan mengajak masyarakat dan UMKM untuk bertransaksi secara digital menggunakan QRIS," kata Andi.
Gelaran PQN Jawa Tengah 2026 mencatatkan volume transaksi QRIS sebanyak 33.087 transaksi dengan nilai total mencapai Rp149,78 juta.
Penyelenggaraan tersebut juga mempercepat implementasi elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Kolaborasi Bapenda Kota Semarang dan Bank Jateng mencetak realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) senilai Rp57,1 juta dari 134 wajib pajak yang membayar menggunakan QRIS selama tiga hari pelaksanaan QRIS Merdeka Fest.
Melihat antusiasme tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, memastikan komitmen instansinya untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan maju di Jawa Tengah.
