Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemicu Banjir di Solo Menurut BNPB, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Pemicu Banjir di Solo Menurut BNPB, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Banjir di wilayah Sukoharjo dan Solo pada Rabu 15 April 2026. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • BNPB menyebut banjir di Solo dan sekitarnya dipicu hujan intens akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 92S yang masih memengaruhi cuaca ekstrem di wilayah Jawa.
  • Sebanyak 1.083 KK di Kota Surakarta terdampak banjir, dengan 109 jiwa mengungsi; sementara di Sukoharjo sekitar 1.900 warga juga terkena imbas genangan air.
  • BPBD Jateng fokus pada evakuasi, distribusi bantuan dasar, serta pompanisasi dan koordinasi lintas instansi untuk percepatan penanganan dan rencana jangka panjang normalisasi sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bahwa banjir yang melanda Kota Surakarta dan beberapa kabupaten di Soloraya dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari masih eksisnya Bibit Siklon Tropis 92S.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Kamis, (16/4/2026) menyebutkan, meskipun posisi bibit siklon di barat daya Sumatera tersebut mulai menjauhi Indonesia, dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," kata dia.

BNPB melaporkan, di Kota Surakarta (Solo) banjir melanda pada Selasa (14/4/2026) malam pukul 21.42 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Solo Raya. Sampai Rabu (15/4) petang tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 12 kelurahan, termasuk Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.

Selain genangan air, bencana tersebut mengakibatkan talud longsor di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga dilaporkan sempat mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai warga.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan bahwa evakuasi menjadi prioritas dalam penanganan banjir yang terjadi di wilayah Solo Raya.

"Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi yang terdampak banjir," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan.

Di Kota Surakarta, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 109 jiwa. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa.

"Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meskipun hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Jateng menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam penyaluran bantuan, meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga melakukan langkah teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan, namun belum dapat dilakukan secara maksimal karena tingginya muka air Sungai Bengawan Solo. "Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi," katanya.

BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan instansi teknis, seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Menurut dia, banjir yang terjadi dipicu tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.

Ke depan, BPBD mendorong langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai, serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir berulang.

"Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More