Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Semarang Bikin Rapor Kinerja Ormas Biar Aktif dan Berdampak

Pemkot Semarang Bikin Rapor Kinerja Ormas Biar Aktif dan Berdampak
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan mengukur Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM). (dok. Pemkot Semarang)
Intinya Sih
  • Pemkot Semarang meluncurkan Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM) untuk menilai aktivitas ormas agar lebih berdampak pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
  • Melalui IKOM, kinerja ormas akan diukur secara objektif sebagai dasar pembinaan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pembangunan kota seperti Waras Ekonomi.
  • Peluncuran IKOM menandai perubahan pembinaan ormas dari fokus administratif menjadi dorongan kontribusi nyata melalui program berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mengukur kinerja organisasi kemasyarakatan (ormas) melalui Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ormas tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

1. Peran ormas ke depan perlu diperkuat

ormas
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan mengukur Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM). (dok. Pemkot Semarang)

Peluncuran IKOM dilakukan bersamaan dengan Kick Off Kinerja Organisasi Kemasyarakatan Tahun 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang di Ex Gajahmada Plaza, Sabtu (18/7/2026).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, ormas memiliki peran penting sebagai perekat persatuan sekaligus jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan kota. Di tengah keberagaman masyarakat Kota Semarang, peran ormas dinilai semakin strategis dalam menjaga harmoni sosial.

“Organisasi masyarakat adalah ruang tumbuh mengenai kepedulian, gotong-royong, partisipasi warga sekaligus jembatan yang menghubungkan antara aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan kota,” ujarnya.

Namun, menurut Agustina, peran ormas ke depan perlu diperkuat agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun aktivitas sosial semata. Pemerintah Kota Semarang ingin organisasi masyarakat mampu menjadi mitra pembangunan yang memiliki kontribusi terukur, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

2. Pemkot akan ukur kinerja ormas secara objektif

ormas
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan mengukur Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKOM). (dok. Pemkot Semarang)

Melalui IKOM, Pemkot Semarang akan memetakan dan mengukur kinerja ormas secara objektif dan berkelanjutan. Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi dasar pembinaan agar setiap organisasi memiliki arah gerak yang lebih jelas dan berdampak bagi masyarakat.

Agustina menjelaskan, penguatan kapasitas ormas juga diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan kota, termasuk program Waras Ekonomi yang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keharmonisan Kota Semarang dibangun melalui kolaborasi pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang aktif menjaga kerukunan serta mendorong partisipasi warga dalam pembangunan,” katanya.

Kick off pembinaan ormas tahun ini diikuti berbagai organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Pemerintah Kota Semarang. Sebanyak 25 stan pameran turut meramaikan kegiatan dengan menampilkan program unggulan masing-masing organisasi. Selain itu, digelar pula pentas budaya, presentasi program, hingga talkshow praktik baik yang menjadi ruang berbagi inovasi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antarormas.

3. Perubahan pembinaan ormas

Ilustrasi ormas. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi ormas. (IDN Times/Yuko Utami)

Peluncuran IKOM menandai perubahan pendekatan Pemkot Semarang dalam melakukan pembinaan organisasi masyarakat. Jika selama ini pembinaan lebih berfokus pada administrasi dan legalitas organisasi, kini ormas didorong untuk menunjukkan kontribusi konkret melalui program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat ini yang dibangun di Kota Semarang dan melalui pembinaan ormas, kita berharap semuanya menjadi satu kesatuan membawa Kota Semarang ini maju pesat. Gerak dari ormas juga terarah, berkelanjutan dan berorientasi kepada dampak,” pungkas Agustina.

Dengan adanya indeks kinerja tersebut, organisasi masyarakat di Kota Semarang ditantang untuk tidak hanya menjadi simbol partisipasi warga, tetapi juga menjadi aktor penting dalam pembangunan kota yang inklusif dan harmonis.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More